KABAR GLOBAL 16 MEI: Kala China Kehilangan Momentum, Turki Kembali Pajaki Transaksi Valas

Berita mengenai ekonomi China dan pajak transaksi valas menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Kamis (16/5/2019).
Renat Sofie Andriani | 16 Mei 2019 08:59 WIB
Yuan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai ekonomi China dan pajak transaksi valas menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Kamis (16/5/2019).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Kala China Kehilangan Momentum. Dampak berlarutnya perang dagang dengan Amerika Serikat mulai memukul ekonomi China yang ditandai dengan pelemahan data ekonomi pada April. Kondisi pelemahan ini tentu membuat Negeri Tirai Bambu kehilangan momentum untuk bangkit dari perlambatan ekonomi. (Bisnis Indonesia)

Turki Kembali Pajaki Transaksi Valas. Turki akan mengenakan kembali pajak 0,1% terhadap beberapa transaksi mata uang asing dalam rangka meningkatkan pendapatan anggaran. (Bisnis Indonesia)

Trump Larang Penggunaan Teknologi China Termasuk Huawei. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menyatakan keadaan darurat nasional dan melarang perusahaan AS menggunakan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional. (Bisnis.com)

AS Tarik Staf Kedubes dari Baghdad dan Arbil. Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan kepada semua staf non-darurat untuk meninggalkan kedutaan besar (kedubes) di Baghdad dan konsulat di Arbil, Irak menyusul meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran sehingga menuai keprihatinan dari Rusia. (Investor Daily)

Ekonomi China Mulai Kronis. Secara mengejutkan pertumbuhan penjualan ritel dan produk industri China merosot pada bulan April 2019. Hal ini menjadi tantangan pemerintah China untuk memberikan lebih banyak stimulus untuk menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). (Kontan)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi china

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup