Jalan Lintas Timur Rusak Parah, Bupati Musi Banyuasin Surati Menteri PUPR

Kerap kali dijumpai truk pengangkut kebutuhan logistik dua daerah terguling di jalan rusak itu sehingga mengakibatkan kemacetan hingga belasan kilometer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  13:25 WIB
Jalan Lintas Timur Rusak Parah, Bupati Musi Banyuasin Surati Menteri PUPR
Ilustrasi - Salah satu sudut jalan rusak di daerah Lintas Sumatra yang selalu dikeluhkan para pemudik dan perusahaan otobus. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG--Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono terkait kerusakan jalan yang sangat parah di perbatasan Sumatra Selatan dan Jambi yakni tepatnya di Jalan Lintas Timur Kecamatan Bayung Lincir.

Dodi mengatakan, surat bernomor 550/862/Dishub/2019 bermaksud tak lain meminta solusi atas persoalan tersebut mengingat jalan ini merupakan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Jika boleh menggunakan APBD kami akan gunakan untuk memperbaiki jalan ini, tapi kan tidak bisa. Kami menyalahi aturan negara. Untuk itu, kami minta solusinya bagaimana karena masyarakat sudah luar biasa mengeluhnya,” kata Dodi Senin (13/5/2019).

Kerusakan jalan di perbatasan dua provinsi itu sudah terjadi sejak November tahun lalu. Kondisi jalan berlubang dengan ukuran besar terkadang membuat kecelakaan tidak dapat dihindarkan lagi.

Kerap kali dijumpai truk pengangkut kebutuhan logistik dua daerah terguling sehingga mengakibatkan kemacetan hingga belasan kilometer.

Dodi mengatakan dirinya harus menyampaikan kondisi ini ke pemerintah pusat karena tak lama lagi akan memasuki musim arus mudik Lebaran 1440 H. Jalur darat ini dipastikan akan dipadati ribuan kendaraan, mulai dari kendaraan pengangkut penumpang hingga kebutuhan pokok.

“Saya tidak ingin kondisi ini berlarut-larut, saya minta benar-benar diperhatikan,” kata Dodi.

Dia mengatakan, atas kondisi ini, pemerintah kabupaten sebenarnya tidak berdiam diri seperti mengajak masyarakat bergotong-royong memperbaiki jalan sekadarnya. Namun, upaya ini dipastikan tidak maksimal karena kerusakan jalan sangat parah sehingga tidak bisa hanya diatasi berdasarkan dana swakelola masyarakat.

“Kami pun sudah meminta bantuan dari perusahaan-perusahaan perkebunan, untuk membuka jalan produksi mereka untuk alternatif lain bagi masyarakat. Tapi, tetap saja ini tidak cukup karena jalan perkebunan juga mempunyai keterbatasan,” kata dia.

Untuk itu, melalui surat resmi tersebut, Dodi berharap pada H-7 atau tujuh hari menjelang Lebaran sudah tidak ada kerusakan lagi di Jalan Lintas Timur.

Dia mengungkapkan, dalam rapat koordinasi belum lama ini, pemerintah menyatakan bahwa perbaikan jalan tersebut mengalami keterlambatan karena terkendala proses tender, sebab dalam beberapa kali pelaksanaan diketahui gagal.

Dodi menilai ada baiknya, Kementerian PUPR mengambil alih keadaan ini dengan menggunakan dana tanggap darurat agar arus mudik berlangsung lancar dan tidak menelan korban jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan rusak

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top