Batas Perairan RI dengan Malaysia, Singapura, dan Vietnam Sedang Dibahas

Pemerintah menargetkan pembahasan batas wilayah perairan dengan tiga negara tetangga, yakni Malaysia, Singapura, dan Vietnam bisa selesai dalam 2 tahun ke depan.
Juli Etha Ramaida Manalu | 10 Mei 2019 09:08 WIB
Kapal milik Dinas Perikanan Vietnam menabrak KRI Tjiptadi 381 pada Sabtu (27/4/2019) - Facebook

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan pembahasan batas wilayah perairan dengan tiga negara tetangga, yakni Malaysia, Singapura, dan Vietnam bisa selesai dalam 2 tahun ke depan.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa saat ini masih ada sejumlah titik perbatasan dengan wilayah negara tetangga yang perlu dinegosiasikan.

Menurutnya, sejauh ini batas teritorial masing-masing negara memang sudah jelas. Namun, di atas batas teritorial tersebut masih ada zona ekonomi eksklusif (ZEE) antarnegara yang masih bersinggungan seperti ZEE antara Indonesia—Malaysia—Singapura dan Indonesia—Vietnam.

"Masih kami perlu negosiasi dan melakukan perjanjian di situ. Ke depan akan kami kejar, kami percepat. Maka salah satu program kami adalah mempercepat perundingan batas wilayah dengan negara tetangga kita," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (8/5/2019).

Dia mengakui bahwa perundingan ini harusnya sudah tuntas sejak lama. Oleh karena itu, meskipun perundingan ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 2 tahun, Purbaya berharap agar percepatan bisa dilaksanakan.

"Kami mau percepat. Seharusnya kan sudah lama selesai, tetapi ini kan melibatkan banyak kementerian. Kami perlu waktu yang lebih lama dari 6 bulan. Saya tidak bisa bilang 6 bulan karena sekarang pun masih dirundingkan," tambahnya.

Menurutnya, setelah kesepakatan terjalin nanti, hasilnya akan bisa digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindakan jika sewaktu-waktu ada pihak negara tetangga atau negara lain yang memasuki wilayah perairan di ZEE yang saat ini masih menjadi rebutan.

Terkait dengan hal ini, dia juga meminta agar seluruh pihak bisa berhati-hati dalam menyikapi kejadian seperti yang terjadi akhir-akhir ini di mana kapal Vietnam menabrak KRI Tjiptadi.

Terlepas dari unsur kesalahan terkait dengan keselamatan yang terjadi di mana kapal milik Vietnam menabrak kapal milik Indonesia, dia meminta agar seluruh pihak untuk berhati-hati dalam membuat klaim terkait lokasi kejadian.

"Makanya, termasuk dengan konflik Vietnam yang sekarang ini, kita harus hati-hati mengukur [lokasi kejadian]," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan juga mengingatkan hal yang sama. Dia meminta agar tidak ada yang terburu-buru membuat kesimpulan terkait dengan kepemilikan wilayah tempat kejadian.

Saat ini, katanya, pihaknya tengah mengkaji dan menginvestigasi terkait dengan lokasi kejadian tersebut.

"Kami sedang pastikan apa yang terjadi, tumpang tindih area atau apa. Kami tidak boleh buru-buru. Sekarang sedang dilakukan investigasi dengan cermat apakah areanya itu yang kita selisih atau bagaimana," ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perairan, kelautan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup