Tingkatkan Ekspor ke Amerika Latin, RI Bakal Jalin Kemitraan dengan Mercosur

Pemerintah akan menjalin kemitraan perdagangan dengan Mercosur, organisasi yang terdiri dari negara-negara Amerika Selatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekspor ke kawasan tersebut.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  10:09 WIB
Tingkatkan Ekspor ke Amerika Latin, RI Bakal Jalin Kemitraan dengan Mercosur
Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar memeriksa buah Salak Gula Pasir siap ekspor saat kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian unggulan Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Kamis (21/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menjalin kemitraan perdagangan dengan Mercosur, organisasi yang terdiri dari negara-negara Amerika Selatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekspor ke kawasan tersebut.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, sebagai langkah awal pembentukan kerja sama perdagangan bebas tersebut, Indonesia mengusulkan dilakukannya Joint Feasibility Study.

Gagasan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pertemuan bisnis langsung antara pengusaha asing dan pengusaha Indonesia.

"Saya juga ingin mengundang pengusaha Argentina untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan diadakan pada 16-20 Oktober 2019 mendatang," kata dia saat menerima kunjungan kerja Wakil Presiden Argentina Y.M. Gabriela Michetti beserta delegasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019) malam.

Darmin menambahkan, Argentina merupakan mitra strategis bagi pasar ekspor Indonesia. Negara tersebut merupakan pintu masuk untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor ke kawasan Amerika Latin.

Adapun 3 (tiga) produk ekspor utama Indonesia ke Argentina tahun lalu yaitu alas kaki dan produk alas kaki senilai US$71,47 juta, karet dan produk karet senilai US$46,79 juta, serta mesin dan peralatan listrik senilai US$46,3 juta.

Sementara, tiga produk utama yang diimpor Indonesia dari Argentina yakni oilcake (bungkil) dari minyak kedelai (US$934,98 juta), sereal (US$220 juta), serta katun (US$51,2 juta).

Total perdagangan kedua negara pada 2018 mencapai US$1,68 miliar atau meningkat 17,96 persen dibandingkan 2017. Sedangkan Foreign Direct Investment (FDI) Argentina di Indonesia senilai US$0,14 juta.

Namun, neraca perdagangan bilateral Indonesia dan Argentina masih defisit, yakni senilai US$1,2 miliar, melebar 35,02 persen dibandingkan 2017. Ini disebabkan hambatan perdagangan tarif dan non-tarif, isu dumping, konektivitas, dan kendala bahasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top