Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tani Group Mendapat Tawaran Kolaborasi dari Malaysia

Perusahaan tekfin agrikultur Tani Group mendapat tawaran kolaborasi untuk membuat perusahaan serupa di Negeri Jiran.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  00:43 WIB
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto (dari kiri) berbincang dengan CEO & Co-Founder TaniHub dan TaniFund Ivan Arie Sustiawan dan Direktur Bank Bukopin Adhi Brahmantya saat peluncuran TaniFund di Jakarta, Selasa(18/7). - JIBI/Abdullah Azzam
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto (dari kiri) berbincang dengan CEO & Co-Founder TaniHub dan TaniFund Ivan Arie Sustiawan dan Direktur Bank Bukopin Adhi Brahmantya saat peluncuran TaniFund di Jakarta, Selasa(18/7). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Perusahaan tekfin agrikultur Tani Group mendapat tawaran kolaborasi untuk membuat perusahaan serupa di Negeri Jiran.

Tani Group saat ini memiliki dua layanan utama, yakni TaniHub dan TaniFund. TaniHub merupakan platform pemasaran produk agribisnis ke sejumlah supermarket dan konsumen. Adapun, Tani TaniFund adalah layanan pengumpulan investasi untuk mendanai suatu proyek pertanian.

Pamitra Wineka, President dan Co-Founder Tani Group, menyampaikan, Wakil Menteri Pertanian Malaysia pernah langsung mendatangi perusahaan dan rekan mitra petani. Pemerintah Malaysia menginginkan Tani Group membuka tekfin serupa di sana.

Kendati sudah disambut dengan tangan terbuka dan mendapat tawaran resmi, pria yang akrab disapa Eka ini mengungkapkan, Tani Group tidak akan terburu-buru berekspansi ke Negeri Jiran. Fokus pengembangan bisnis saat ini masih di Indonesia, terutama wilayah luar Jawa.

“Misi besar Tani Group ialah mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan bercita-cita menciptakan platform lengkap yang berhubungan dengan seluruh persoalan agrikultur,” tuturnya kepada Bisnis, dikutip Senin (6/5/2019).

Pada 2019, Tani Group mulai berekspansi ke luar Jawa dengan sasaran utama wilayah sekitar Denpasar dan Palembang. Lewat perluasan bisnis tersebut, TaniHub mengincar pertumbuhan hingga tiga kali lipat. Saat ini, TaniHub telah tersedia di Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, dan Surabaya.

Dengan adanya akses pasar yang pasti dari TaniHub, produksi petani mitra rata-rata naik sekitar 30 persen. Jadi, bisa dibilang para petani mau tanam berapapun, asalkan ada yang menyerap. Adanya peningkatan produktivitas dan penjualan pun sukses mengerek penghasilan petani hingga 60 persen.

Nama TaniHub mencuat ketika debat calon presiden pada 17 April 2019 lalu sempat disinggung oleh Capres 01 Joko Widodo. Capres petahana itu menyebut TaniHub saat membahas peran teknologi dalam pembangunan pertanian.

Eka mengaku kaget karena nama perusahaan disebut oleh Jokowi. Pasalnya, kedua belah pihak belum pernah berkomunikasi secara langsung.

“Kita kaget juga saat disebut. Cuma mungkin waktu itu Pak Jokowi pernah berkunjung ke beberapa petani. Pas beliau tanya soal penerapatan teknologi pertanian, petani itu mention TaniHub,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian Debat Capres
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top