Shell & Inpex Masih Fokus Di Blok Masela

PT Shell Indonesia menampik ren­ca­na penjualan 35% saham partisipasi Lapangan Abadi, Blok Masela yang berlokasi di Laut Arafuru, Maluku.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  08:12 WIB
Shell & Inpex Masih Fokus Di Blok Masela
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Shell Indonesia menampik ren­ca­na penjualan 35% saham partisipasi Lapangan Abadi, Blok Masela yang berlokasi di Laut Arafuru, Maluku.

General Manager External Relations Shell Indonesia Rhea Sianipar mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan komentar terkait dengan rumor atau spekulasi pelepasan saham partisipasi di blok minyak dan gas bumi lepas pantai tersebut.

"Saat ini fokus kami bekerja bersama dengan Inpex sebagai operator, untuk memberikan rencana pembangunan yang dapat diinvestasikan di proyek Abadi," katanya kepada Bisnis, Minggu (5/5).

Shell memiliki saham partisipasi di Blok Masela sedangkan Inpex Corporation sebagai operator memegang kepemilikan saham partisipasi sebesar 65%.

Saat ini, Shell bersama dengan Inpex sepenuhnya fokus untuk membahas revisi pertama proposal rencana pengembangan (plan of development/PoD) Proyek Abadi.

Reveisi PoD itu dilakukan menyusul perubahan skema pengembangan Lapangan Adabdi dari kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) terapung menjadi kilang LNG darat.

Berdasarkan sumber yang dikutip Reuters, Shell berencana menjual porsi sahamnya sebesar 35% dengan nilai US$1 miliar.

Rencana penjualan saham tersebut, seperti dilansir Reuters Jumat (3/5), dilakukan Shell untuk mendukung pembayaran atas akuisisi BG Group senilai US$54 miliar pada 2015.

Alasan lain dari rencana penjualan saham tersebut juga didasarkan pada sulitnya Indonesia menarik investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) ke dalam negeri.

Saat ini, kolega Shell, perusahaan migas asal Jepang, Inpex Corporation menjadi operator dengan kepemilikan saham 65%.

Keputusan Shell untuk menjual saham dalam proyek hulu migas yang masuk dalam proyek strategis nasional ini dilakukan pascaperusahaan Inggris—Belanda ini keluar dari proyek LNG di Baltik yang dioperatori oleh Gazprom.

"Kami tetap sepenuhnya fokus dan terus bekerja sama dengan Inpex sebagai operator dalam mengusulkan rencana pengembangan Lapangan Abadi yang layak investasi," tambahnya.

Shell disebut memiliki komitmen untuk memperkuat bisnis LNG. Sebelumnya, Chief Financial Officer Jessica Uhl mengatakan bahwa pihaknya cukup senang dengan portofolio bisnis LNG dan optimistis bertumbuh sejalan dengan perkembangan pasar.

"Mengikuti pengumuman Gazprom pada 29 tentang konsep pengembangan dari Baltic, kami memutuskan untuk menghentikan keterlibatan dari proyek tersebut," tutur Perwakilan Shell Russia Cederic Cremers, seperti dilansir Reuters (10/4).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
shell, blok masela

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top