Toba Bara Incar Pengembangan Pembangkit Energi Bersih Tahun Ini

PT Toba Bara Sejahtra Tbk berencana mengembangkan pembangkit energi bersih pada tahun ini dengan cara melakukan akuisisi ataupun membangun sendiri. Energi baru terbarukan (EBT) dinilai menjadi peluang baru bagi perseroan.
Toba Bara Incar Pengembangan Pembangkit Energi Bersih Tahun Ini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 29 April 2019  |  08:43 WIB
Toba Bara Incar Pengembangan Pembangkit Energi Bersih Tahun Ini
Suasana di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle 500 KiloWatt yang berlokasi di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara, Senin (21/1/2019). - Bisnis/Lukas Hendra

Bisnis.com, JAKARTA—PT Toba Bara Sejahtra Tbk berencana mengembangkan pembangkit energi bersih pada tahun ini dengan cara melakukan akuisisi ataupun membangun sendiri.

Direktur PT Toba Bara Sejahtera Arthur Simatupang mengatakan energi baru terbarukan (EBT) memang menjadi peluang baru bagi perseroan. Saat ini, pertambangan fosil sebagai energi tradisional telah kalah pamor dibandingkan dengan EBT.

“Kalau perusahaan yang sudah terlalu nyaman pada pembangkit menilai EBT sebagai disrupsi, kita di Toba melihatnya sebagai peluang,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Direktur Keuangan PT Toba Bara Sejahtra Tbk Pandu Sjahrir mengatakan pasca megakuisi 5% saham PLTU Paiton dengan kapasitas 2.045 MW, perseroan semakin optimistis mengembangkan industri pembangkit. Selain menunggu dua pembangkit Listrik Tenaga uap (PLTU) Sulbagut-1 dan Sulut-3 yang sedang konstruksi, perseoran pada tahun ini berencana mengembangkan usaha pada pembangkit listrik energi bersih.

Pandu belum berani mengatakan secara jelas jenis pembangkit yang akan dilirik. Hanya saja, pembangkit tersebut dipastikan bukan menggunakan energi fosil dan tidak menutup kemungkinan pada gas maupun energi baru terbarukan (EBT).

Saat ini, pihaknya sedang menjajaki beberapa pembangkit yang masuk dalam katagori perusahaan. Hanya saja, jika dinilai tidak ada yang sesuai kriteria, Toba Bara berencana membangun pembangkit energi bersih sendiri.

“Kita lagi liat satu lagi pembangkit tenaga listrik yang mungkin sudah jalan, kalau belum jalan kita mungkin cari yang non fosil fuel, jadi ya begitulah,” katanya.

Menurutnya, upaya mengembangkan pembangkit energi bersih merupakan bagian dari dukungan pada pemerintah akan bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025. Dalam tiga tahun ke depan, Toba Bara berencana mendorong lebih banyak pembangkit energi bersih.

“Kita mendukung apa yang pemerintah lakukan, satu demi satu, 2-3 pembangkit dalam tiga tahun ke depan dan tidak tertutup pada PLTU,” katanya.

Corporate Secretary PT Toba Bara Sejahtra Tbk Elisabeth Novi S. Aruan mengatakan perseroan memang memiliki upaya untuk mengembangkan usaha, salah satunya pada industri pembangkitan. Saat ini, perseroan masih berfokus untuk mengembangkan pembangkit listrik di Indonesia lantaran rasio elektrifikasi yang menurutnya masih perlu dikejar.

Dia memastikan walaupun perseroan sedang berupaaya mengembangkan pembangkit energi bersih, dua proyek PLTU yang sedang konstruksi yakni Sulutgo-1 dan Sulut-3 tetap menjadi fokus utama. Apalagi dua PLTU tersebut merupakan dua pembangkit yang dikerjakan sejak awal dari mulai proses penandatangan PPA, financial close (FC), hingga konstruksi yang dinilai telah berjalan sesuai dengan jadwal.

“Sementara kita memang fokus mengawal dua ini karena bangun dari nol, semuanya dari awal sudah on time,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik, toba bara sejahtra tbk

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top