Mudik 2019 : Pemerintah Petakan Potensi Daerah Rawan Kemacetan

Pemerintah mulai memetakan daerah-daerah yang rawan kemacetan untuk meningkatkan kelancaran dan keamanan para pemudik pada tahun ini.
Amanda Kusumawardhani | 27 April 2019 06:47 WIB
Sehari setelah lebaran jalur mudik dari arah Malang ke Lawang begitu juga arah sebaliknya terpantau macet.-JIBI - Tim Jelajah Jawa Bali 2018

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah mulai memetakan daerah-daerah yang rawan kemacetan untuk meningkatkan kelancaran dan keamanan para pemudik pada tahun ini.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo mengungkapkan peningkatan arus kendaraan sudah akan berlangsung dari akhir Mei hingga awal Juni 2019. Puncaknya diperkirakan akan terjadi pada 31 Mei 2019.

“Sesuai amanat Bapak Presiden Jokowi, pelaksanaan arus mudik harus meningkat dan lebih baik dari tahun ke tahun. Apalagi, sekarang jalan tol Trans Jawa sudah tersambung," katanya, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (26/4/2019).

Adapun, potensi kerawanan dan kemacetan arus mudik 2019 diperkirakan akan terjadi pada ruas tol Jakarta Cikampek, terutama pada persimpangan Cikunir dan gerbang tol Cikarang Utama. Untuk itu, antisipasi sudah dilakukan sejak dini dengan berbagai skenario di lapangan.

Simpang Cikunir menjadi titik kritis pertama arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek, karena titik ini menjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Rorotan maupun Jatiasih yang akan bergerak ke timur.

Selain itu, di titik ini juga terjadi pertemuan tiga proyek besar yakni pengerjaan LRT Jabodetabek, kereta cepat, dan jalan tol layang (elevated tol).

Tim Kantor Staf Presiden pada 24 April 2019 turun ke lapangan dan mendapatkan penjelasan dari PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya terkait titik kritis tersebut. Untuk mengatasi potensi kemacetan, sedang dilakukan pembuatan ramp tambahan di gerbang Cikunir, serta pengembalian lajur jalan dari 2 lajur akibat adanya pembangungan proyek, dikembalikan lagi menjadi 4 lajur.

“Kami datang ke lapangan untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut terus dikebut sehingga diperkirakan dapat diselesaikan pada akhir Mei 2019,” jelasnya.

Dengan pembuatan ramp dan penambahan lajur jalan serta diperkuat oleh rekayasa marka jalan, persimpangan Cikunir diharapkan tidak akan mengalami penyumbatan pada saat arus kendaraan menjelang mudik makin meningkat.

Sementara itu, Bambang Riyanto, Direktur Operasional PT Waskita Karya menargetkan pengerjaan pembuatan ramp dan penambahan lajur jalan di titik Cikunir akan rampung pada Mei tahun ini.

Untuk gerbang tol Cikarang Utama yang selama ini menjadi sumber kemacetan di jalur Jakarta-Cikampek, pemerintah optimistis persoalan itu bisa dipecahkab mulai tahun ini. Caranya adalah menggeser gerbang Cikarang Utama (km 30) ke arah timur di km 70 daerah Cikopo.

Dengan penggeseran tersebut, arus antrean akan semakin lancar karena memecah sistem pembayaran.

“Penggeseran gerbang tol Cikarang Utama diharapkan akan mengurangi beban jalan sampai dengan 60% karena sudah terpisah antara pemudik yang akan menuju ke Bandung dan pemudik yang menuju ke Cirebon,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani.

Sebaliknya, di jalur jalan tol Trans Sumatera, pemerintah sudah mewaspadai adanya kemacetan di ujung jalan tol Terbanggi Besar. Oleh karena itu, sejak saat ini antisipasi terhadap potensi kemacetan tersebut sudah dicari jalan keluarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup