Belt & Road Forum : Bali Akan Masuk Koridor Kerjasama Indonesia-China

Kepala BKPM Thomas T. Lembong menyampaikan fokus kerjasama Indonesia dan China masih diarahkan pada 3 daerah yakni Sumatra Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara atau yang lebih akrab disebut 'Economy Corridor'.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 26 April 2019  |  12:48 WIB
Belt & Road Forum : Bali Akan Masuk Koridor Kerjasama Indonesia-China
Delegasi peserta melintas di dekat logo Belt and Road Forum, di Beijing, China, Kamis (25/4/2019). - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala BKPM Thomas T. Lembong menyampaikan fokus kerjasama Indonesia dan China masih diarahkan pada 3 daerah yakni Sumatra Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara atau yang lebih akrab disebut 'Economy Corridor'.

"Seiring berjalannya waktu, koridor tersebut menjadi 3+1 dengan ditambahnya Bali," papar Lembong dalam siaran pers, Jumat (26/04/2019).

Di sela-sela rangkaian 2nd Belt and Road Forum 2019, Kepala BKPM menjadi pembicara pada Thematic Forum dengan judul “Economic and Trade Cooperation Zone Promotion”.

Dia menjelaskan pemilihan 3 daerah tersebut didasarkan pada lokasi dan potensi yang menjadi kekuatan daerah tersebut.

“Sumatra Utara adalah Logistic Hub terbaik karena berada di Selat Malaka, Kalimantan Utara terkenal akan world-class hydro power resources. Khusus untuk Sulawesi Utara, jumlah wisatawan asal Tiongkok per tahun yang semula 12.000 pada tahun 2014 menjadi 180.000 pada tahun 2018," ujar Lembong.

Lembong juga mengakui bahwa penyelenggaraan kerjasama Belt and Road akan menghadapi beberapa kesulitan. Namun dibalik kesulitan itu, kerjasama ini tetap penting dijalankan dalam menghadirkan sumber baru bagi perkembangan ekonomi dunia.

“Kerjasama Belt and Road adalah kerjasama yang ambisius dan kompleks. Namun dibalik itu semua, dapat berpotensi menjadi tujuan mulia untuk ekonomi dunia melalui pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan," tambahnya.

Infrastruktur ini akan menghubungkan pelaku ekonomi dunia yang akan berdampak pada peningkatan perdagangan pariwisata dan investasi negara-negara berkembang.

Dalan kesempatan ini, Indonesia mengajak para peserta yang hadir, yang mayoritas merupakan pimpinan politik dan teknokrat, untuk menyadari kewajiban moral, serta menyukseskan Belt and Road Initiative di masing-masing negara, regional dan dunia.

Dalam rangkaian acara ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Menteri Luar Negeri, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi serta Kepala BKPM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bkpm, one belt one road

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top