Laporan dari Beijing : Saat Xi Jinping Kutip Pepatah Ringan Sama Dijinjing, Berat Sama Dipikul

Indonesia berada di posisi penting dari jalur sutra kuno serta jalur sutra maritim abad 21 yang disebut Belt and Road.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 April 2019  |  19:38 WIB
Laporan dari Beijing : Saat Xi Jinping Kutip Pepatah Ringan Sama Dijinjing, Berat Sama Dipikul
Wapres RI Jusuf Kalla bertemu Presiden Cina Xi Jinping untuk membicarakan hubungan dagang dua negara, khususnya dalam Belt And Road Forum II. Pertemuan bilateral dilaksanakan di ruang Eastern, Great Hall of People, Beijing pada Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Setwapres

Bisnis.com, BEIJING — Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan delegasi Indonesia melakukan kunjungan kehormatan sekaligus pertemuan bilateral (bilateral meeting) dengan Presiden China, Xi Jinping.

Dalam kata sambutannya, Jinping mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu mitra China yang paling strategis. Indonesia berada di posisi penting dari jalur sutra kuno serta jalur sutra maritim abad 21 yang disebut Belt and Road.

Jinping mengungkapkan banyak tantangan yang dihadapi negara-negara di era modern. 

"Saat, dunia sedang mengalami perubahan yang belum pernah terjadi dalam 100 tahun terakhir. Tiongkok dan Indonesia sama-sama sebagai negara berkembang yang besar," katanya di Eastern Room, Great Hall of People di Beijing, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, Indonesia dan China harus bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan global yang terjadi saat ini.

Jinping bahkan mengutip pepatah Indonesia terkait dengan langkah yang harus diambil oleh Indonesia dan China.

"Seperti disebutkan dalam pepatah dari Indonesia ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Saya punya kepercayaan penuh atas hubungan masa depan Indonesia dan Tiongkok," ungkapnya.

Indonesia akan memperjuangkan kepentingan nasional dalam Konfrensi Tingkat Tinggi Kedua Belt Road Forum di Beijing pada 26-27 April. JK mewakili Indonesia dalam forum internasional ini menyebutkan tujuan utama pemerintah adalah bagaimana kepentingan Indonesia dapat terpenuhi melalui inisiatif pembangunan jalur sutra atau One Belt One Road (OBOR).

Beberapa menteri Kabinet Kerja yang mendampingi a.l. Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Hadir pula Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi dan M. Ikhsan serta M. Awal Chairuddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, xi jinping, one belt one road

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top