Mayoritas Pendapatan META Dari Jalan Tol

Pada 2018, Nusantara Infrastructure juga mencatat laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp217,09 miliar naik 133 persen secara tahunan. Laba bersih perusahaan bersandi saham META itu naik 364 persen menjadi Rp180 miliar.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 26 April 2019  |  16:10 WIB
Mayoritas Pendapatan META Dari Jalan Tol
PT Nusantara Infrastructure Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Nusantara Infrastructure Tbk. (kode saham META) membukukan pendapatan dan penjualan sebanyak Rp782 miliar sepanjang 2018. Sebagian besar pendapatan perseroan berasal dari pendapatan tol.

Ramdani Basri, Direktur Utama Nusantara Infrastructure mengatakan pendapatan dari jalan tol mencapai 64,61 persen dari total pendapatan perseroan. Adapun, pendapatan lain disumbang dari sektor telekomunikasi (17,18 persen), air minum (11,12 persen), dan energi (7,08 persen).

Pada 2018, Nusantara Infrastructure juga mencatat laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp217,09 miliar naik 133 persen secara tahunan. Laba bersih perusahaan bersandi saham META itu naik 364 persen menjadi Rp180 miliar. Para pemegang saham menyetujui kinerja perseroan yang tercantum dalam laporan tahunan 2018 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jumat (26/4).

Ramdani menuturkan, pencapaian kinerja perseroan ta lepas dari  penerapan berbagai langkah strategis di bidang operasional dan keuangan. Pencapaian ini menunjukkan kompetensi Perusahaan yang siap mendukung Pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dengan menyusun perencanaan dan menerapkan strategi yang tepat," jelasnya dalam siaran pers, Jumat (26/4/2019).

Secara umum, Nusantara Infrastructure memiliki konsesi di tiga ruas jalan tol, yaitu Pondok Ranji - Pondok Aren, Tallo - Bandara Hasanuddin, dan Pelabuhan Soekarno Hatta - Pettarani. Sepanjang 2018, ruas Pondok Ranji - Pondok Aren masih menjadi penyumbang pendapatan di sektor jalan tol, yakni sebesar Rp211,61 miliar.

Di samping tiga ruas dengan kepemilikan mayoritas, Nusantara Infrastructure juga telah menambah kepemilikan saham di PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) menjadi 35%. JLB merupakan pemegang konsesi ruas Kebon Jeruk - Penjaringan yang merupakan bagian dari jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ringroad.

Sementara itu, pada ruas jalan tol yang belum beroperasi, Nusantara Infrastructure masih fokus mengerjakan konstruksi jalan tol layang A.P. Pettarani di Makassar sepanjang 4,3 kilometer. Jalan tol ini diharapkan beroperasi pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, nusantara infrastructure

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top