Belum Ada SNI, Produk Wastafel Impor Serbu Pasar

Industri keramik sanitary berharap standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk wastafel segera dirilis untuk mengadang produk impor berkualitas rendah masuk ke pasar domestik.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 26 April 2019  |  06:14 WIB
Belum Ada SNI, Produk Wastafel Impor Serbu Pasar
ilustrasi - wikimedia

Bisnis.com, JAKARTA — Industri keramik sanitary berharap standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk wastafel segera dirilis untuk mengadang produk impor berkualitas rendah masuk ke pasar domestik.

Hendry Widjaja, Ketua Bidang Sanitary Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), mengatakan tantangan bagi para pabrikan keramik sanitary dalam negeri adalah SNI yang kurang.

Saat ini untuk keramik sanitary baru ada SNI untuk kloset duduk dan diberlakukan secara wajib, sedangkan untuk produk lavatory atau wastafel belum ada aturan mengenai standar kualitas.

“Wastafel ini yang masih terkendala, yang masuk ke Indonesia karena belum ada standar, kualitasnya dipertanyakan,” ujarnya Kamis (25/4/2019).

Dia menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian mengenal SNI untuk wastafel. Hendry menyebutkan draf beleid dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah mulai dibuat pada 2018.

Produk keramik sanitary berupa kloset jongkok dan wastafel menjadi produk yang paling banyak diserap di dalam negeri. Selain masalah standar kualitas, industri keramik sanitary juga menghadapi tantangan berupa anggapan konsumen, terutama pengembang properti, bahwa buatan luar negeri lebih baik dibandingkan produk lokal.

“Padahal kami standarnya internasional, tetapi konsumen masih impor minded, terutama untuk produk menengah ke atas,” jelasnya.

Lebih jauh, Hendry menyatakan industri keramik sanitary tidak terlalu terdampak dengan harga gas seperti industri keramik ubin dan tableware. Sebelumnya, industri ini juga menghadapi tantangan kenaikan upah tenaga kerja setiap tahun.

Namun, setelah aturan mengenai formula penetapan upah minimum, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dirilis, pengusaha merasa lebih nyaman karena ada kesempatan untuk memperbarui peralatan produksi.

Adapun, berdasarkan informasi di website resmi Asaki, saat ini terdapat 4 anggota dari perusahaan keramik sanitary yaitu PT American Standard Indonesia, PT Surya Toto Indonesia Tbk., PT Inax International Corporation, dan PT Surya Pertiwi Nusantara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur, keramik

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top