Laporan dari Beijing : Wapres JK Bahas Peningkatan Ekspor CPO dan Investasi dengan Wapres China

Ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan Wapres Jusuf Kalla dan Wapres China Wang Qishan yaitu peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, serta riset dan ilmu pengetahuan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 April 2019  |  15:45 WIB
Laporan dari Beijing : Wapres JK Bahas Peningkatan Ekspor CPO dan Investasi dengan Wapres China
Wapres Jusuf Kalla saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Bisnis/Lingga S. Wiangga

Bisnis.com, BEIJING — Wakil Presiden Jusuf Kalla melaksanakan pertemuan bilateral (bilateral meeting) dengan Wakil Presiden China, Wang Qishan.

Ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, serta riset dan ilmu pengetahuan.

Di bidang perdagangan, Wapres Kalla mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami defisit perdagangan yang cukup besar dengan pemerintah negeri tirai bambu yakni sekitar US$8,56 miliar pada 2018.

Di sisi lain, Wapres JK juga mengingatkan kembali bahwa di Port Moresby, Papua Nugini, Presiden Joko Widodo telah ada kesepakatan bahwa China akan meningkatkan impor sawit dari Indonesia.

"Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia sangat berharap kiranya komitmen meningkatkan impor sawit Indonesia dapat segera terwujud," katanya di Istana Wapres Cina, Diayutai State Guest House, Beijing, Kamis (25/4/2019).

Dalam bidang investasi, JK mengungkapkan Indonesia sangat mendorong peningkatan hubungan business to business (B-to-B) dalam rangka pengembangan kerja sama investasi. Salah satunya melalui program One Belt One Road (OBOR) yang digagas oleh Presiden Xi Jinping.

Dalam pertemuan Global Maritime Fulcrum Belt And Road Initiatives (GMF –BRI), Cina sudah menyiapkan rancangan Framework Agreement untuk bekerja sama di Kuala Tanjung, Sumatra Utara (Sumut) sebagai proyek tahap pertama.

Selanjutnya, ada beberapa tahap proyek kerja sama lain yang telah disepakati seperti Kawasan Industri Sei Mangkei dan kerja sama strategis pada Bandara Internasional Kualanamu untuk tahap kedua.

Kemudian, pengembangan energi bersih di kawasan Sungai Kayan, Kalimantan Utara (Kaltara), pengembangan kawasan ekonomi eksklusif di Bitung, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kura-Kura Island di Bali.

Adapun, di bidang riset dan ilmu pengetahuan, Wapres menyambut baik kerja sama yang akan dilakukan antara Institut Teknologi Bandung dengan Tsinghua University.

"Hari ini saya akan bertemu dengan pebisnis Tiongkok, dan besok akan ada pertemuan bisnis antara pebisnis Tiongkok dan Indonesia. Kami juga ingin meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan vokasi," tuturnya.

Indonesia akan memperjuangkan kepentingan nasional dalam Konfrensi Tingkat Tinggi Kedua Belt Road Forum di Beijing pada 26-27 April. JK mewakili Indonesia dalam forum internasional ini menyebutkan tujuan utama pemerintah adalah bagaimana kepentingan Indonesia dapat terpenuhi melalui inisiatif pembangunan jalur sutra atau OBOR.

Beberapa menteri Kabinet Kerja yang mendampingi a.l. Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Hadir pula Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi dan M. Ikhsan serta M. Awal Chairuddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpo, china, jusuf kalla

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top