Bangun Transportasi Massal, Bappenas Sarankan RI Belajar ke 2 Negara Ini

Kedua negara tersebut dinilai dapat mengelola secara akuntabel baik pendanaannya maupun badan otoritas yang mengatur transportasi massal di wilayah metropolitan negaranya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 April 2019  |  17:39 WIB
Bangun Transportasi Massal, Bappenas Sarankan RI Belajar ke 2 Negara Ini
Ilustrasi - Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Stasiun CSW, Jakarta, Senin (1/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas menilai Indonesia perlu belajar banyak kepada negara-negara lain dalam membentuk transportasi umum massal di wilayah metropolitan negaranya.


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan Indonesia perlu belajar ke Meksiko dan Amerika Serikat (AS).

Kedua negara tersebut dinilainya dapat mengelola secara akuntabel baik pendanaannya maupun badan otoritas yang mengatur transportasi massal di wilayah metropolitan negaranya.


"Kita belajar bagaimana Meksiko membangun skema dukungan finansial dari Pemerintah Federal melalui Trust Fund untuk membangun angkutan umum massal perkotaan yang dikelola Bank Pembangunan Federal (BANOBRAS). Dukungan finansial ini digunakan untuk membiayai hingga 50% biaya studi, capacity building dan penyiapan proyek, dan 50% biaya pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan," jelasnya, Selasa (23/4/2019).


Bambang mengatakan, guna mendapatkan dukungan ini, pemerintah daerah harus memperkuat institusi penyelenggara angkutan umum, membangun mobilitas perkotaan, menanggung 50% biaya studi dan penyiapan proyek, membiayai 50% pembangunan infrastruktur, dan mengikutsertakan partisipasi swasta untuk pembiayaan sarana.


"BANORBAS juga berhasil mengelola jalan tol milik Pemerintah Federal, sehingga keuntungannya dapat digunakan untuk membiayai Trust Fund untuk membangun angkutan umum massal perkotaan,” jelasnya.


Dari badan usaha Metropolitan Transportation Authority (MTA), Indonesia juga dapat belajar cara pemerintah negara bagian dan kota New York di Amerika Serikat mengelola integrasi pendapatan dari sektor transportasi.

Integrasi pendapatan itu berasal baik dari tiket maupun nontiket, serta cara beberapa kota yang berbeda dalam satu kawasan metropolitan di New York dapat membiayai angkutan umum terintegrasi yang melayani lintas wilayah.


MTA didirikan karena sebelumnya angkutan umum massal di New York mengalami degradasi pelayanan, sehingga share-nya rendah dan tidak berkontribusi terhadap kinerja lalu lintas.


Di sisi lain, pengelolaan tol dan tunnel dapat beroleh keuntungan yang signifikan. Pada akhirnya, Pemerintah Federal kemudian membentuk MTA New York untuk mengelola beberapa pelayanan sektor transportasi yang dimiliki beberapa kota berbeda untuk mengintegrasikan dan meningkatkan pelayanan angkutan umum massal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bappenas, indonesia, transportasi massal

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup