Hadapi Lonjakan Pemudik, Jasa Marga Siapkan Sejumlah Tol Fungsional

Hadapi peningkatan volume kendaraan jelang mudik Lebaran 2019, PT Jasa Marga Tbk. menyiapkan sejumlah ruas tol yang belum selesai agar dapat beroperasi fungsional.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 April 2019  |  10:11 WIB
Hadapi Lonjakan Pemudik, Jasa Marga Siapkan Sejumlah Tol Fungsional
Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. - Istimewa-Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA - Hadapi peningkatan volume kendaraan jelang mudik Lebaran 2019, PT Jasa Marga Tbk. menyiapkan sejumlah ruas tol yang belum selesai agar dapat beroperasi fungsional.


Corporate Communication Departement Head, Jasa Marga Irra Susiyanti menuturkan, pihaknya akan mengoperasikan fungsional beberapa proyek tol yang pengerjaannya sudah di atas 40%, baik yang berada di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa.

Adapun beberapa di antaranya Tol Manado Bitung; segmen Air Madidi–-Watudambo sepanjang 12 km, Tol Balikpapan–-Samarinda; segmen Samboja–-Samarinda sepanjang 57 km, Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi; segmen Sei Rampah–Tebing Tinggi sepanjang 9,3 km.

Sementara itu, tol yang berada di Jawa Timur yakni ruas tol Pandaan–Malang; segmen Pandaan –Singosari sepanjang 30,6 km, Pasuruan–Probolinggo segmen Grati–Probolinggo Timur sepanjang 31,3 km.

“[Tolnya] sudah rigid, tapi memang dapat diberlakukannya fungsional itu sesuai dengan persetujuan dari Kementerian PUPR dan Pemda setempat,” katanya, akhir pekan lalu.


Sementara itu, karena adanya kepadatan di Jalan Tol Japek akibat dampak dari beberapa proyek infrastruktur, GT Cikarut yang selama ini berfungsi sebagai kendali arus lalu lintas ke Jawa Barat, Tengah dan Timur dinilai sudah tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan baik karena gardunya sudah banyak tergerus proyek.

“Jadi antisipasi terhadap kepadatan di gerbang tol dan jalur utama jalan tol Jabotabek, kemudian juga antisipasi kepadatan di rest area, kami mendorong pengguna jalan dapat menikmati perjalanannya dengan mengunjungi destinasi wisata atau sekedar kulineran di sepanjang exit tol Trans Jawa, sehingga tidak lagi bertumpuk di rest area yang ada di dalam tol saja,” katanya.


“Strategi berikutnya dengan antisipasi di beberapa gerbang tol barrier di sepanjang tol Trans Jawa, karena euforia masyarakat untuk mencoba jalur ini dinilai masih tinggi,” tambahnya.


GT barrier yang dimaksud yakni peningkatan kapasitas transaksi di Gerbang Tol Utama GT Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Waru Gunung dan GT Kejapanan dengan pemanfaatan Oblique Approach Booth (OAB)


Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan dalam mengantisipasi arus mudik Lebaran 2019, pihaknya sudah meminta agar ada tarif diskon yang diberikan oleh pengelola tol bagi para pemudik.


“Insyaallah, nanti itu kita bicarakan, saya bicarakan dengan badan usaha jalan tol [BUJT] terlebih dahulu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, jalan tol, Mudik Lebaran

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top