Warga Kawasan Konservasi Guntur Papandayan Manfaatkan Biogas

Pascapembangunan demplot pada 2016, para santri kini tidak lagi mencari kayu di hutan ataupun membeli minyak tanah.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 April 2019  |  13:38 WIB
Warga Kawasan Konservasi Guntur Papandayan Manfaatkan Biogas
Hutan Mati Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, GARUT – Warga desa di sekitar kawasan konservasi Guntur Papandayan, Jawa Barat mulai memanfaatkan biogas untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah tersebut.

Senior Manager Terrestrial Program Conservation International (CI) Indonesia Anton Rio memerinci dua titik yang melakukan pembangunan demplot biogas yakni Pondok Pesantren Sururon dan dua rumah tangga di Desa Cihawuk.

Sebelum adanya pembangunan demplot biogas, warga menggunakan kayu bakar yang dicari dalam kawasan hutan untuk memenuhi bahan bakar untuk memasak.

Dia menjelaskan, pascapembangunan demplot pada 2016, para santri kini tidak lagi mencari kayu di hutan ataupun membeli minyak tanah. Bila diperhitungkan dengan penggunaan kayu bakar setiap harinya, diperkirakan sekali masak setidaknya santri memerlukan 0,5 kilogram kayu bakar.

Sementara, pembangunan demplot biogas ke dua dilakukan di Desa Chiwuk pada 2018 lalu. Ada dua rumah tangga yang memanfaatkan biogas di desa tersebut dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi yang dimiliki.

“Kita coba skala kecil sehingga ada hasim yang bisa dilihat orang lain, apalagi kotoran sapi m3limpah," katanya, Minggu (21/4/2019) malam.

Anton mengatakan biogas ini selain digunakan sebagai bahan bakar juga memberikan manfaat lanjutan bagi masyarakat. Adapun ampas niogas tersebut telah dimanfaatkan sebagai pupuk alami yakni bio slurry pada tanaman daun bawang.

Dari hasil penggunaan pupuk tersebut disimpulkan tumbuhan yang menggunakan pupuk ampas biogas hasilnya lebih baik dan tumbuh lebih cepat. Namun, pemakaian pupuk ampas biogas tersebut belum diperhitungkan penghematan dana yang dilakukan.

"Harapannya dalam kegiatan selanjutnya, sudah terlihat hasil dari uji coba pada pertanian sayur dan masyarakat dapat secara bertahap menerapkan pemanfaatan bio slurry kemudian meninggalkan pupuk kimia," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papandayan

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup