Kinerja Apartemen Sewa Awal Tahun Masih Lamban

Pasar properti di sektor apartemen sewa di Jakarta pada kuartal I/2019 belum menunjukkan perbaikan dari kuartal sebelumnya, lantaran jumlah pembeli dan penyewa saat ini berasal dari end-user.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 April 2019  |  18:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti di sektor apartemen sewa di Jakarta pada kuartal I/2019 belum menunjukkan perbaikan dari kuartal sebelumnya, lantaran jumlah pembeli dan penyewa saat ini berasal dari end-user.

Menghadapi kompetisi yang makin ketat, pengembang umumnya akan menonjolkan kelebihan dari sisi aksesnya lewat jarak proyeknya dengan infrastruktur yang sedang berjalan sebagai salah satu strategi penjualannya.

Berdasarkan data Colliers International Indonesia, untuk apartemen secara umum, baik sewa dan strata, akan ada tambahan pasok sekitar 36.124 unit di Jakarta hingga 2021 dengan tingkat serapan diperkirakan mencapai 87 persen sampai akhir 2019 dan 89 persen sampai 2021.

Dari jumlah tersebut, jumlah total pasok apartemen yang disewakan mencapai 9.052 unit, dengan pangsa 61 persen apartemen servis dan 39 persen sisanya merupakan apartemen non-servis.

Adapun, dalam tiga tahun ke depan, Jakarta juga diprediksi akan mendapat tambahan pasok apartemen sewa sebanyak 641 unit dari beberapa proyek baru seperti Oakwood di District 8 Senopati, Somerset Kencana Jakarta, Somereset Residence Jakarta, dan Ascott Menteng Jakarta.

“Meskipun pasoknya terbatas, pasar apartemen sewa masih harus menghadapi persaingan ketat dengan sektor apartemen lain seperti apartemen strata title yang biasanya harganya lebih bersahabat dan lebih menarik,” ungkap Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia belum lama ini.

Kemudian, untuk tingkat hunian, pada kuartal I secara historis memang merupakan periode yang sepi untuk pasar apartemen sewa karena umumnya para penyewa, terutama yang dari luar kota atau luar negeri, sudah kembai ke tempat asalnya sehingga menghambat tingkat transaksi.

Hal itu menyebabkan penurunan tingkat hunian apartemen sewa dari 71,6 persen pada kuartal IV/2018 menjadi 70,4 persen pada kuartal I/2019. Namun, meskipun mengalami perlambatan, banyak apartemen servis yang aktivitas transaksinya masih terbilang tinggi.

Umumnya, aktivitas transaksi datang dari penyewa yang masa sewanya di apartemen lama sudah habis atau penyewa yang mencari apartemen dengan spesifikasi lebih tinggi atau mendapatkan lokasi yang lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen sewa

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top