Penghiliran & Industrialisasi Solusi Tingkatkan Harga Komoditas

Komoditas Indonesia sudah terlalu lama tergantung pada pasar luar negeri, baik itu karet, kelapa sawit, maupun perikanan. Menurut Jokowi, salah satu yang dapat dilakukan adalah menghindari ekspor dalam bentuk mentah.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 13 April 2019  |  21:35 WIB
Penghiliran & Industrialisasi Solusi Tingkatkan Harga Komoditas
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut penghiliran dan industrialisasi sebagai solusi meningkatkan serta menstabilkan harga komoditas pertanian dan perikanan. Hal itu dia sampaikan saat menjawab pertanyaan dalam segmen kedua Debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

Sebelumnya, moderator Balques Manisang membacakan pertanyaan terkait ekonomi. Berdasarkan amplop terpilih, kedua paslon diminta memaparkan strategi mereka untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian dan perikanan.

Jokowi yang mendapat giliran pertama untuk menjawab menuturkan bahwa komoditas Indonesia sudah terlalu lama tergantung pada pasar luar negeri, baik itu karet, kelapa sawit, maupun perikanan. Menurutnya, salah satu yang dapat dilakukan adalah menghindari ekspor dalam bentuk mentah.

“Ke depan kita harus berani hilirisasi, mencegah agar ekspor kita tidak dalam bentuk mentahan tapi minimal barang setengah jadi atau kita tekan agar dikirim dalam bentuk barang jadi,” tuturnya.

Untuk itu, tambahnya, diperlukan penggalakkan industrialisasi misalnya mendirikan pabrik-pabrik pengolahan komoditas sehingga Indonesia dapat mengekpor produk perikanan dan pertanian dalam bentuk jadi.

Di sisi lain, menjawab bagaimana menarik minat milenial di sektor ini Jokowi mengatakan bahwa saat ini kecederungan itu sudah mulai tumbuh dengan adanya anak muda yang mengembangkan ekosistem daring untuk komoditas pertanian.

“Kalau ke depannya [ekosistem online] itu bisa lebih disambung dengan ekosistem offline, tentu akan memudahkan petani,” katanya.

Debat kelima ini merupakan debat terakhir dari serangkaian adu argumen yang diikuti oleh kedua pasangan calon dan dilaksanakan sehari sebelum dimulainya masa tenang pada 14-16 April. Selain tema ekonomi, debat juga akan membahas kesejahteraan sosial, keuangan, dan investasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Debat Capres, Pilpres 2019

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top