Tergantung ke Pasar Segar, Harga Daging Ayam Rentan Fluktuasi

Ketergantungan terhadap pasar segar menyebabkan harga daging ayam di dalam negeri rentan berfluktuasi. Hampir 80% produk unggas tersebut dipasarkan dalam bentuk karkas segar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 April 2019  |  14:35 WIB
Tergantung ke Pasar Segar, Harga Daging Ayam Rentan Fluktuasi
Pedagang menata daging ayam di lapaknya di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Ketergantungan terhadap pasar segar menyebabkan harga daging ayam di dalam negeri rentan berfluktuasi. Hampir 80% produk unggas tersebut dipasarkan dalam bentuk karkas segar.

Padahal, karkas ayam yang sudah dibekukan bisa menjadi solusi surplus produksi unggas di Tanah Air sehingga harga ayam tidak anjlok.

Peternak unggas yang terintegrasi dan peternak rakyat harus berebut pasar yang sama. Kelebihan suplai unggas makin memperparah kondisi tersebut.

Berdasarkan data Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), harga jual ayam dari peternak turun sampai ke Rp14.000 per kg untuk Jawa Barat, sedangkan biaya pokok produksi Rp20.000 per kg.

Dewan Pembina Gopan Tri Hardiyanto mengusulkan agar pasar unggas dari peternak terintegrasi dan peternak rakyat dibedakan agar tidak terjadi perebutan pasar.

"Kami semua berebut pasar [daging ayam] segar, seharusnya ada segmentasi. Peternak mengisi untuk pasar segar, sedangkan yang lebih mampu [korporasi] ke pasar modern, cold storage, dan ekspor," katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Dia menilai bahwa tidak adil jika peternak rakyat harus bersaing dengan peternakan terintegrasi yang memiliki modal lebih besar.

Gopan, katanya, akan mendorong pemerintah agar merevisi Permentan No. 32/2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Beleid tersebut mengatur agar peternakan yang memiliki populasi lebih dari 300.000 ekor membangun rumah potong dan fasilitas rantai dingin.

Tri mengusulkan, bila persyaratan itu terpenuhi, pemasaran juga dialihkan dari pasar segar sehingga perebutan pasar akan berkurang. "Pelaku yang punya rumah potong dan cold storage jangan langsung jual ke pasar becek itu yang akan kami [ajukan] revisi," tegasnya.

Ketua Perjuangan Peternak Rakyat dan Peternakan Mandiri (PPRPM) Sugeng Wahyudi meminta kepada pemerintah untuk mengendalikan pengeluaran karkas ayam beku agar tidak mengganggu upaya perbaikan ayam hidup. Utamanya pada saat momentum Ramadan dan Idulfitri 2019.

Sugeng khawatir harga akan makin anjlok jika ayam segar dan karkas beku dikeluarkan bersamaan pada momen yang sama.

"Kami meminta kepada pemerintah dan industri perunggasan untuk menjaga kestabilan, ketersediaan, dan distribusi DOC [day old chicks/anak ayam usia sehari] dan pakan dengan harga yang adil dengan tetap menjaga mutu yang baik," katanya.

Dia meminta perusahaan peternakan yang memiliki pangsa pasar signifi kan wajib menjual ayam di pasar modern seperti hotel, restoran, dan katering. Sementara itu, pasar tradisional diperuntukkan bagi peternak rakyat dan peternakan mandiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unggas, daging ayam

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top