Garuda Ingin GMF Bisa Bergabung ke Aliansi Reparasi Airbus

PT Garuda Indonesia Tbk. berharap anak usahanya yaitu PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. bisa bergabung dalam Airbus MRO Alliance (AMA).
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 03 April 2019  |  15:37 WIB
Garuda Ingin GMF Bisa Bergabung ke Aliansi Reparasi Airbus
Ilustrasi - Perakitan pesawat jenis Airbus 350xwb di Toulouse, Prancis - Bisnis/Reni Efita Hendry

Bisnis.com, TANGERANG - PT Garuda Indonesia Tbk. berharap anak usahanya yaitu PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. bisa bergabung dalam Airbus MRO Alliance (AMA).


Direktur Teknik Garuda Indonesia I Wayan Susena mengatakan, GMF berhasil menjalin kerja sama dengan Airbus terkait dengan komponen pesawat. Adapun, saat ini terdapat 11 komponen pesawat yang dimasukkan dalam klausul perjanjian.


"Kerja sama perawatan komponen ini bisa menjadi pintu masuk bagi GMF agar bisa bergabung ke dalam Airbus MRO Alliance. Kami harap mereka [Airbus] bisa mempertimbangkan," kata Wayan, Selasa (2/4/2019).


Dia menambahkan, GMF telah menjalin banyak kerja sama dengan Airbus sejak 2013. Saat itu, perusahaan maintenance repair overhaul (MRO) tersebut resmi ditunjuk sebagai pusat pelatihan pesawat Airbus di regional Asia Tenggara dan sekitarnya untuk tipe A320 CEO dan A320 NEO.


Kerja sama tersebut diperbarui pada tahun lalu dengan menambahkan beberapa cakupan pelatihan untuk untuk Engine Ground Run Up Airbus A320 dan A330 serta Extended-range Twin-engine Operational Performance Standards (ETOPS) Training dengan jangka waktu 5 tahun.


"Melihat dari kemampuan selama ini, saya optimistis GMF mampu melayani customer Airbus dengan baik," ujarnya.


Berdasarkan situs resmi yang dikutip Bisnis, Airbus meluncurkan AMA pada 2017. Hal tersebut merupakan kunci utama dari strategi Airbus untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan tinggi ke seluruh dunia, serta menambah permintaan layanan MRO hingga 20 tahun ke depan.


AMA terdiri dari anggota MRO dengan standar tinggi dan keahlian yang telah terbukti dalam pemeliharaan pesawat dari seluruh dunia. Melalui aliansi tersebut, bisa menggabungkan industri MRO yang sudah mapan dengan pengetahuan teknik dan kemampuan digital Airbus yang baru.


Langkah tersebut diklaim mampu mengoptimalkan waktu penyelesaian perawatan yang berat dan memaksimalkan nilai tambah pada pesawat selama penanganan di hanggar.


Proses seleksi untuk memasuki aliansi berdasarkan pada kriteria spesifik dan yang ditunjukkan dalam hal kemampuan industri, kapasitas, kinerja, dan kualitas. Setiap calon anggota akan diaudit oleh tim Airbus untuk menunjukkan bahwa MRO mematuhi standar kualitas dan kinerja tinggi.


Perusahaan MRO kelompok pertama yang tergabung dalam AMA antara lain AAR, Aeroman, Sabena Technics, Etihad Airways Engineering, GAMECO, dan China Airlines.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, airbus, garuda maintenance facility

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top