SMI Dominan Danai Proyek Konekvitas

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berniat lebih giat berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur sosial sejalan dengan upaya diversifikasi portofolio. Dalam sepuluh tahun, SMI terlibat dalam ratusan proyek infrastruktur senilai lebih dari seribu triliun rupiah.
Rivki Maulana | 28 Maret 2019 16:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur Tbk (SMI) Emma Sri Martini di sela-sela sewindu PT SMI- Hari Bakti untuk Negeri di Jakarta, Rabu (22/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berniat lebih giat berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur sosial sejalan dengan upaya diversifikasi portofolio. Dalam sepuluh tahun, SMI terlibat dalam ratusan proyek infrastruktur senilai lebih dari seribu triliun rupiah.

Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini mengatakan selama sepuluh tahun berkiprah, SMI telah terlibat pada 261 proyek senilai Rp1.151,8 triliun yang tersebar di tiga pilar usaha, yaitu pembiayaan dan investasi, jasa konstruksi, dan pengembangan proyek.

Dia menjabarkan, SMI mengelola proyek komersial senila Rp553,6 triliun lewat pilar pembiayaan dan investasi dan Rp546,6 triliun dari segmen jasa konstruksi. SMI juga turut mendampingi 51 proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dengan nilai proyek Rp51,6 triliun.

Menurut Emma, lebih dari 63% portolio SMI berada di luar Jawa sedangkan berdasarkan sektor, proyek-proyek konekvitas masih dominan. Hal itu mencerminkan komitmen SMI dalam menggenjot konektivitas Indonesia, sesuatu yang dibutuhkan oleh negara berbentuk kepulauan.

"Ke depan kami lebih fokus untuk memprioritaskan dukungan pada sektor kesehatan dan pendidikan dengan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/3).

Dia mengungkapkan, SMI ingin terlibat lebih dalam pada proyek-proyek seperti penyediaan akses air bersih dan sanitasi. Air bersih dan sanitasi yang tidak layak diketahui menjadi salah satu penyebab stunting atau kuntet.

Secara umum, penyediaan akses air bersih dan sanitasi dalam lima tahun terakhir diyakini tidak mencapai target. Dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) periode 2015 - 2019, akses air bersih dan sanitasi ditargetkan mencapai 100%.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt smi

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup