Hutan Mangrove yang Lestari Dampaknya Juga Akan ke Ekonomi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan bahwa kelestarian ekosistem mangrove sangat penting untuk dilakukan karena selain berdampak positif terhadap lingkungan juga mendatangkan nilai ekonomi yang cukup besar.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 24 Maret 2019  |  14:30 WIB
Hutan Mangrove yang Lestari Dampaknya Juga Akan ke Ekonomi
Ilustrasi - Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Aceh bersama Walhi menanam ribuan bibit mangrove di pantai Ujung Pancu, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/4). - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan bahwa kelestarian ekosistem mangrove sangat penting untuk dilakukan karena selain berdampak positif terhadap lingkungan juga mendatangkan nilai ekonomi yang cukup besar.


Ida Bagus Putera Prathama, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK menyampaikan bahwa hilangnya ekosistem mangrove juga akan memberikan berdampak pada ekonomi masyarakat setempat.


"Mangrove sangat penting. Secara lingkungan mencegah abrasi atau pengikisan oleh air laut, mencegah instrusi peresapan air laut ke darat sehingga mengurangi kerusakan oleh tsunami," terangnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.


Dia menjelaskan ekosistem mangrove merupakan ekosistem unik yang berada di zona intertidal dan dijumpai di sepanjang garis pantai tropis sampai subtropis. 


Meskipun keberadaan mangrove kurang dari 1% dari total luas hutan tropis di seluruh dunia yang tersebar di 123 negara, mangrove menyediakan berbagai jenis produk dan jasa lingkungan yang penting dan signifikan bagi mata pencaharian, kehidupan dan perlindungan bagi jutaan manusia yang tinggal di daerah pesisir. 


Dia menambahkan poin penting untuk dalam menjaga kelestarian mangrove atau bakau adalah karena mangrove merupakan tempat perbenihan ikan, udang dan kepiting. "Mangrove juga merupakan habitat berbagai satwa seperti burung, bekantan," lanjutnya.


Selain itu, Putera mengatakan mangrove juga dapat menghasilkan berbagai produk kayu dan nonkayu. Kemudian, apabila ekosistem hutan mangrove tersebut lestari, daerah tersebut dapat di jadikan tempat wisata. "Kalau mangrove hilang [nilai ekonomi] semua itu hilang," katanya.


Terlepas dari signifikannya peran dan fungsi ekosistem mangrove, saat ini masyarakat di dunia dihadapkan pada fakta bahwa laju kerusakan mangrove yang 3 – 5 kali lebih cepat dibandingkan dengan laju deforestasi secara global.


Apabila laju kerusakan mangrove ini terus dibiarkan maka akan berdampak signifikan terhadap semakin menurunnya peran jasa lingkungan yang dapat diberikan ekosistem mangrove, seperti dalam hal mitigasi perubahan iklim, pengendali berbagai macam bentuk pencemaran lingkungan, menangkap dan menyimpan karbon.


Kemudian, habitat untuk jenis hewan dan tumbuhan pesisir, menjaga kualitas air, menyediakan sumber kayu, makanan, dan obat-obatan, serta yang tidak kalah pentingnya adalah fungsi perlindungan terhadap ancaman bencana alam seperti angin topan, abrasi, badai, dan tsunami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mangrove, klhk

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top