Sistem Transportasi Terintegrasi, Jokowi Harapkan Masyarakat Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Presiden Joko Widodo berharap masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi sepeda motor atau mobil apabila antar moda transportasi telah diintegrasikan.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 24 Maret 2019  |  10:32 WIB
Sistem Transportasi Terintegrasi, Jokowi Harapkan Masyarakat Tinggalkan Kendaraan Pribadi
Warga ikut dalam uji coba publik pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) koridor Bundaran HI - Lebak Bulus di Jakarta, Jumat (22/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo berharap masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi sepeda motor atau mobil apabila antar moda transportasi telah diintegrasikan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi kepada wartawan seusai meresmikan pengoperasian Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (24/3/2019).

"Kalau ini diintegrasikan, masyarakat akan diberikan kemudahan-kemudahan untuk datang ke sebuah tempat sehingga meninggalkan motor pribadi, mobil pribadi, karena lebih nyaman, lebih cepat naik MRT, naik Trans Jakarta, naik moda LRT (kereta api ringan) yang akan segera selesai juga, harapan kita itu," kata Jokowi.

Seperti diketahui, selain telah membangun MRT, pemerintah juga tengah membangun LRT pertama di Jakarta. LRT itu diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2019.

Dalam memilih transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi, Jokowi mencontohkan apabila masyarakat ingin pergi ke bandar udara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Membawa mobil ke bandara, menurut Jokowi, menyebabkan macet.

"(Ke bandara) bisa naik MRT turun di (Stasiun) Dukuh Atas pindah ke (stasiun) kereta bandara, moda yang terintegrasi inilah yang terus kita otak atik agar bisa sambung bisa terintegrasi betul," kata Jokowi.

MRT akhirnya diresmikan oleh Jokowi di Bundaran HI pada Minggu (24/3/2019).

Pada Minggu pagi ketika sebagian masyarakat Jakarta berbondong-bondong datang ke Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin untuk beraktivitas di jalan tanpa kendaraan bermotor, Jokowi naik MRT dari Stasiun Istora dan turun di Stasiun Bundaran HI.

Setelah itu, Jokowi meninjau terowongan MRT fase II jurusan Stasiun Bundaran HI-Jakarta Kota yang akan dibangun oleh pemerintah mulai 2019. Setelah meninjau, Jokowi ke panggung untuk meresmikan MRT bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

"Dengan mengucap bismillahi rahmanir rahim, MRT fase pertama saya nyatakan dioperasikan dan

MRT fase kedua hari ini juga kita mulai lagi," kata Jokowi.

Proses konstruksi MRT pertama di Indonesia ini dimulai pada 2013 ketika Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Proses konstruksi selesai pada 2018 ketika Jokowi menjabat sebagai Presiden. Proyek ini sendiri digagas sejak 1985.

Rute MRT ini adalah Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus yang melewati stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, Senayan, Asean, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati.

Perjalanan menggunakan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus hanya ditempuh sekitar 30 menit.

Sistem integrasi pengelolaan transportasi, termasuk di dalamnya adalah MRT, sedang dibahas oleh pemerintah guna memecahkan persoalan kemacetan di Jabodetabek yang ditaksir menelan kerugian negara hingga Rp100 triliun per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, mrt

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top