Layani Transshipment Internasional, Serikat : Peran JICT Kian Strategis

Serikat Karyawan (Sekar) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mendukung upaya manajemen melayani transshipment kargo international karena dapat membuat peran JICT semakin strategis.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  19:15 WIB
Layani Transshipment Internasional, Serikat : Peran JICT Kian Strategis
Kapal CMA CGM Tage bersandar di dermaga JICT. Kapal ini menjadi salah satu kapal yang melayani pelayaran langsung Jakarta-Los Angeles. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA - Serikat Karyawan (Sekar) PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mendukung upaya manajemen melayani transshipment kargo international karena dapat membuat peran JICT semakin strategis.


Sekjen Sekar JICT Mufti mengatakan bahwa serikat pekerja optimistis JICT dengan standar kualitas dan pengalamannya panjang dapat memberikan layanan transshipment yang bersaing dengan pelabuhan di negara lain. Selama ini, kargo international singgah dulu di pelabuhan Singapura atau Malaysia, tidak langsung ke Tanjung Priok.


"Kami memiliki sistem dan SDM yang sudah teruji lebih dari 20 tahun. Layanan ini akan akan semakin memosisikan JICT sebagai yang terdepan di Indonesia dan itu membuat karyawan JICT bangga," katanya dalam siaran pers, Kamis (21/3/2019).


Menurut Mufti, karyawan JICT secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan dan peningkatan kemampuan dengan belajar di pelabuhan-pelabuhan lain yang terhubung dengan Hutchison Group. Program yang berlangsung sejak masuknya Hutchison ini telah menjadi salah satu kunci kemajuan JICT hingga kini.


"Investasi SDM yang dilakukan JICT menjadikan karyawan sebagai aset penting perusahaan. Yang menguntungkan, karyawan juga mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari industri ini," ujarnya.


Menurutnya, selama lebih dari 20 tahun, JICT yang semula hanya terminal kecil di Tanjung Priok, kini menjelma sebagai perusahaan terminal peti kemas terbaik dan terbesar di Indonesia. Sebagai bagian dari PT Pelindo II, JICT juga berkontribusi besar terhadap pendapatan BUMN pelabuhan terbesar di Indonesia itu. 


Dengan adanya perpanjangan kontrak antara Hutchison Ports dan Pelindo II di JICT hingga 2039, kini Pelindo II mendapatkan rental fee dari JICT hingga US$85 juta per tahun atau lebih dari Rp1 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS).


Serikat Karyawan melihat kehadiran Hutchison Ports di JICT telah menjadikan terminal memiliki standar layanan tertinggi di Indonesia. Sebagai pengelola pelabuhan global, jaringan Hutchison telah membuat JICT makin banyak dilayari kapal-kapal besar dengan tujuan di seluruh dunia.


Sebelumnya pada 2018, Presiden Joko Widodo melepas pengiriman ekspor dari terminal JICT yang dibawa langsung ke Los Angeles, Amerika Serikat, dengan kapal berkapasitas 10.000 TEUs.

Serikat Karyawan berpendapat Indonesia telah mampu melayani kapal-kapal besar bertujuan langsung (direct vessel) ke AS, Afrika, Australia, Eropa dan negara-negara Asia tanpa melalui Singapura. 


"JICT akan terus bekerja dan mengoptimalkan seluruh potensinya untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Dengan direct vessel, ekspor akan lebih efisien dan akan menaikkan daya saing produk-produk Indonesia," ujar Wakil Direktur Utama JICT Riza Erivan.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, jict, transshipment

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup