Jalin Sinergi dengan Daerah, Ini Fokus Pembangunan Infrastruktur 2020-2024

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggela konsultasi regional (konreg) dengan enam provinsi guna merumuskan program pembangunan infrastruktur lima tahun ke depan.
Rivki Maulana | 19 Maret 2019 01:02 WIB
Petugas mengecek pompa utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, BOGOR -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggela konsultasi regional (konreg) dengan enam provinsi guna merumuskan program pembangunan infrastruktur lima tahun ke depan.

Pembangunan infrastuktur akan mengacu pada lima prioritas nasional, mulai dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga mencari nilai tambah ekonomi.
 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan konreg digelar agar program pembangunan pusat dan daerah tersinkronisasi dengan baik. Di samping itu, juga dilakukan untuk memastikan keberlanjutan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 
 
Menurutnya, ada empat program dalam RPJMN 2015-2019 yang belum tercapai, yaitu air minum, sanitasi, banjir, dan hunian layak. Oleh karena itu, empat program ini akan menjadi prioritas untuk dituntaskan dalam periode 2020-2024.
 
"Ini adalah masa transisi karena 2020 menjadi tahun pertama kabinet baru. Di tengah hiruk pikuk 2019, kita harus lakukan konsultasi setiap tahun dalam rangka programming yang lebih baik," jelas Anita dalam acara "Konreg Wilayah Jawa-Bali" di IPB Convention Center, Bogor, Senin (18/3/2019) malam.
 
Dia menjabarkan ada lima prioritas yang menjadi koridor dalam pembangunan infrastuktur ke depan.

Pertama, pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan. Kementerian PUPR mengklaim tengah menggenjot jumlah tenaga kerja bersertifikat dengan menggelar sertifikasi secara massif. Tahun ini, sertifikasi menyasar 512.000 tenaga kerja konstruksi.
 
Kedua, Kementerian PUPR bakal melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan sebagaimana telah dilakukan dalam periode 2015-2019. Ketiga, pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk mencari nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja. 
 
Anita menerangkan ketahanan pangan, air, energi, dan lingkungan hidup juga menjadi prioritas dalam pembangunan infastruktur lima tahun ke depan. Stabilitas pertahanan dan keamanan menjadi prioritas kelima yang tidak luput diperhatikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, Kementerian PUPR

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top