Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Swasta Operatori 3 Kapal Perintis dari Kemenhub, Simak Rutenya

Kemenhub menyerahkan tiga unit kapal perintis kepada operator swasta di Sorong, Papua Barat, untuk mengoneksikan antarpulau dan mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  11:20 WIB
Swasta Operatori 3 Kapal Perintis dari Kemenhub, Simak Rutenya
Ilustrasi - Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 46 akan segera beroperasi melintasi wilayah Kepulauan Seribu. - Indonesia Travel
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyerahkan tiga unit kapal perintis kepada operator swasta di Sorong, Papua Barat, untuk mengoneksikan antarpulau dan mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.
 
KM Sabuk Nusantara 56 diserahkan kepada kepada PT Citrabaru Adinusantara. Kapal berbobot 750 gros ton (GT) ini akan melayani trayek R-94 dengan rute Sorong-Waisai-Kabare-Pulau Ayu-Pulau Fani-Pulau Ayu-Kabare-Sorong. 
 
Sementara itu, KM Sabuk Nusantara 62 diserahkan kepada PT Pelayaran Berkat Abadi Jaya Makmur. Kapal berbobot 750 GT ini akan melayani trayek R-92 dengan rute Sorong-Arefi-Pulau Pam-Meosmenggara-Mutus-Waisilip-Selfele-Pulau Gag-Kofiau-Sorong.  
 
Berikutnya, KM Sabuk Nusantara 77 diserahkan kepada PT Luas Line. Kapal berukuran 2.000 GT ini akan melayani trayek R-113 dengan rute Sorong-Yellu-Bula-Geser-Gorom-Fakfak-Kaimana-Pomako-Dobo-Pomako-Kaimana-Fakfak-Gorom-Geser-Bula-Yellu-Sorong. Ketiga kapal berpangkalan di Pelabuhan Sorong. 
 
Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Budi Mantoro berharap, kapal perintis milik negara di pangkalan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Sorong dan sekitarnya untuk mengirim kebutuhan pokok penting, hasil produksi usaha kecil menengah (UKM), hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil perindustrian, dan hasil pertambangan.
"Kami menyelenggarakan pelayanan publik angkutan laut penumpang (perintis), barang dan angkutan perairan pelabuhan dari tahun ke tahun untuk menjaga konektivitas angkutan laut, ketersediaan kapal, ketersediaan barang kebutuhan masyarakat," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (17/3/2019).
 
Tahun ini Kemenhub membuka 113 trayek kapal perintis. Sebanyak 46 trayek ditugaskan kepada Pelni, sedangkan 67 trayek dilelangkan kepada perusahaan pelayaran swasta nasional. 
 
Kapal perintis bertujuan menghubungkan daerah yang masih tertinggal, terpencil, terluar, atau perbatasan, yang belum berkembang dengan daerah maju.
Di tempat terpisah, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Wisnu Handoko menyerahkan KM Sabuk Nusantara 71 kepada Pelni. Kapal itu akan melayani trayek Ambon-Bebar-Wulur-Romang-Kisar-Leti-Moa-Lakor-Luang-Sermatang/Mahleta-Tepa-Dai-Dawelar-Kroing-Marsela-Saumlaki-Tual-Ambon.
 
Terdapat 30 trayek kapal perintis di Maluku yang dilayani 30 kapal.  "Ini menjadi salah satu provinsi yang memilik banyak trayek dan kapal perintis," ujar Wisnu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub kapal perintis
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top