Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Segera Dimulai

Pembangunan jalan tol ruas Bengkulu-Lubuk Linggau segera dimulai setelah PT Hutama Karya (Persero) meneken Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas tersebut dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  08:16 WIB
Pembangunan Tol Bengkulu-Lubuk Linggau Segera Dimulai
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) meneken Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas Bengkulu-Lubuk Linggau dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit disaksikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. - Krizia Putri Kinanti

Bisnis.com,BENGKULU--  PT Hutama Karya (Persero) meneken Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas Bengkulu-Lubuk Linggau dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

PPJT ditandatangani Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo dan Kepala BPJT Danang Parikesit dan disaksikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Balai Semarak, Bengkulu Jumat (15/3/2019).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dengan ditandatanganinya PPJT, ia berharap proses pembangunan jalan tol sepanjang 95,8 km itu segera dimulai.

"Jalan tol ini sangat berpengaruh, Bengkulu ini menjadi daerah yang agak terisolir dengan investasi tol Rp33,13 triliun akan bisa mengangkat perekonomian," ujarnya di dalam penandatanganan PPJT di Bengkulu, Jumat (15/3/2019).

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo mengatakan ruas tol Bengkulu-Lubuk Linggau terbagi atas 3 seksi yakni Taba Penanjung - Bengkulu sepanjang 17,6 km, Kepahiang - Taba Penanjung sepanjang 23,7 km dan Lubuk Linggau - Kepahiang sepanjang 54,5 km

Bintang menyebut total investasi yang ditanamkan oleh Hutama Karya untuk pembangunan tol Simpang Indralaya - Bengkulu ini mencapai Rp75,61 triliun.

"Jalan tol ruas Bengkulu-Lubuk Linggau kami ditargetkan selesai pada 2022 dengan asumsi pembebasan lahan dapat selesai seluruhnya paling lambat pada Juli 2019," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melansir empat ruas jalan tol Trans Sumatra bakal beroperasi menyusul peresmian ruas Bakauheni - Terbanggi Besar, pekan lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pada Juni 2019, ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189,2 kilometer) dan Kayu Agung - Palembang - Betung segmen Kayu Agung - Jakabaring (34 kilometer) dijadwalkan beroperasi.

Selanjutnya, pada Desember 2019, dua ruas lain bisa digunakan, yaitu jalan tol Medan - Binjai seksi 1 (Veteran - Tj Mulia) dan seksi 1 jalan tol Pekanbaru - Dumai. Basuki menyebut, secara keseluruhan jalan tol sepanjang 2.700 kilometer di Sumata bakal tersambung.

"Dari Lampung hingga ke Aceh dapat tersambung jalan tol sehingga meningkatkan mobilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera," jelas Basuki dalam siaran pers, Jumat (15/3/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol trans sumatra

Editor : M. Rochmad Purboyo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top