OYO Hotels and Homes Bertumbuh 4 Kali Lipat

Jaringan hotel terbesar di Asia Tenggara OYO Hotels meraih pertumbuhan tercepat di dunia sepanjang 2018.
Mutiara Nabila | 14 Maret 2019 11:52 WIB
Model menunjukkan aplikasi OYO Hotels, - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Jaringan hotel terbesar di Asia Tenggara OYO Hotels meraih pertumbuhan tercepat di dunia sepanjang 2018.

Dengan mengoperasikan 458.000 kamar secara global per Desember 2018, realisasi nilai run rate OYO Hotels mencapai US$1,8 miliar. Lantaran gencar menambah jumlah kamar hotel ke dalam jaringannya, jumlahnya kini lebih banyak dibandingkan total gabungan kamar dari tiga besar jaringan hotel terdepan di dunia.

Secara global, OYO juga berhasil tumbuh 4,3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah malam kamar OYO yang terpakai, secara global mengalami peningkatan yang signifikan. Per Desember 2016, jumlahnya mencapai enam juta dan meningkat menjadi 13 juta pada Desember 2017.

Chief Financial Officer OYO Hotels & Homes Abhishek Gupta mengatakan bahwa angka ini kembali melonjak signifikan menjadi 75 juta pada Desember 2018, naik 5,7 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan OYO disokong fundamental bisnis yang kuat, terutama di tiga aspek utama, yaitu kenaikan jumlah kamar eksklusif yang ditawarkan, kenaikan jumlah malam kamar yang terpakai sebesar 5,7 kali lipat, dan pertumbuhan pendapatan komisi yang konsisten.

Kemitraan dengan OYO telah membantu peningkatan kualitas hotel lokal dan tingkat okupansi kamar hotelnya dari rata-rata dari 25% menjadi 65%. Hal ini terbukti mengoptimalkan tingkat penghunian properti para pemilik aset yang sebelumnya tidak maksimal.

“2018 adalah tahun yang luar biasa untuk OYO. Secara global kami berhasil mengoperasikan lebih dari 458 ribu kamar dengan nilai run rate terealisasi mencapai USD 1,8 miliar per Desember 2018, yang menandakan pertumbuhan bisnis OYO 4,3 kali lipat y-o-y. OYO terus berinvestasi di teknologi dan membangun kapabilitas kami bersama talenta terbaik di setiap negara tempat kami beroperasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/3).

Abhishek optimistis bahwa catatan pertumbuhan kali ini baru permulaan. “Kami akan terus menjaga momentum sembari meningkatkan pengalaman menginap untuk masyarakat di dunia. Target kami adalah untuk menjadi jaringan hotel terbesar di dunia,” tegasnya.

Tag : perhotelan
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top