Rencana Induk Pembangunan Pelabuhan Gili Mas Diminta Direvisi

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi rencana induk Pelabuhan Gili Mas di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, agar sesuai dengan koordinat yang dibangun untuk dermaga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  13:37 WIB
Rencana Induk Pembangunan Pelabuhan Gili Mas Diminta Direvisi
Desain rencana pengembangan terminal Gili Mas yang dipaparkan oleh General Manager Pelindo III cabang Lembar Baharuddin. - Bisnis.com/Eka Chandra

Bisnis.com, MATARAM--PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi rencana induk Pelabuhan Gili Mas di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, agar sesuai dengan koordinat yang dibangun untuk dermaga.

"RIP (rencana induk pelabuhan) dari Kemenhub yang sudah ada kami minta dilakukan peninjauan kembali karena ada perubahan pada posisi koordinat dermaga," kata General Manager Pelindo III Cabang Lembar Erry Ardiyanto usai mengikuti upacara pelepasan peserta Ekspedisi Laskar Nusa 2019 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (11/3/2019).

Dia mengatakan peninjauan kembali RIP Gili Mas sudah dilakukan pada 25 Februari 2019. Berita acaranya juga sudah ada dan tinggal menunggu RIP yang sudah ditinjau ulang dari Kemenhub. "Kami masih menunggu penetapan peninjauan kembali RIP tersebut dari Kemenhub," ujar Erry.

Sambil menunggu, kata dia, proses pembangunan tetap berjalan. Saat ini proses pembangunan dermaga dan reklamasi sudah 65%. Tinggal pembangunan infrastruktur, seperti bangunan terminal penumpang dan fasilitas penunjang lainnya.

"Progres pembangunan secara keseluruhan sudah 60%. Target selesai pembangunan sampai akhir 2019, sedangkan target operasi 2020," ucapnya.

Mengenai persoalan lahan, menurut Erry, sudah tidak ada masalah. Total 100 hektare lahan yang dibutuhkan sudah rampung pembebasannya, tinggal menunggu proses penyelesaian pembuatan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memberikan edukasi kepada warga bahwa Pelabuhan Gili Mas merupakan milik dan kebanggan warga NTB.

"Kami berharap pembangunannya selesai sesuai perencanaan sehingga warga NTB memiliki terminal kapal laut termegah kedua setelah Bali," katanya.

Erry menjelaskan proyek pembangunan Pelabuhan Gili Mas yang akan menelan biaya lebih dari Rp1 triliun tersebut sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam pengembangan fasilitas kepelabuhanan di NTB, khususnya Pelabuhan Lembar, yaitu pembangunan terminal kapal pesiar dan peti kemas.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut juga dilatarbelakangi Pulau Lombok, NTB, sebagai salah satu daerah tujuan wisata, sehingga salah satu programnya adalah kegiatan pesiar melalui kapal laut (kapal pesiar).

Dia menambahkan pengerjaan desain dan pembangunan dermaga kapal pesiar dan dermaga peti kemas dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero), sebagai salah satu badan usaha milik negara.

Dermaga Pelabuhan Gili Mas akan didesain dengan kedalaman mencapai 14 meter LWS (di bawah permukaan air).

"Dengan kedalaman tersebut akan memungkinkan kapal pesiar bisa sandar sehingga wisatawan bisa langsung turun di dermaga tanpa harus menggunakan sekoci seperti yang selama ini terjadi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gili Mas

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top