Realisasi Penghimpunan Zakat Jauh dari Potensi, Pemerintah Sampaikan Sejumlah Strategi

Rata-rata penyaluran zakat nasional adalah sebesar 66,03 persen dari total zakat yang dihimpun. Masih di bawah target 80 persen yang dicanangkan pemerintah
Iim Fathimah Timorria | 05 Maret 2019 16:04 WIB
Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 di Surakarta, Selasa (5/3/2019)/Dok. Kementerian PPN - Bappenas

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan realisasi penghimpunan zakat nasional yang masih jauh di bawah potensi.

Setiap tahun, penghimpunan zakat nasional mengalami pertumbuhan rata-rata 30,55 persen. Pada 2016, zakat yang berhasil dihimpun organisasi pengelola zakat baik Badan Zakat Nasional (Baznas) maupun lembaga amil zakat (LAZ) mencapai Rp5.017,29 miliar. Jumlah ini meningkat menjadi Rp6.224,37 miliar pada 2017 dan Rp 8.100 miliar pada 2018.

Kendati pertumbuhan penghimpunan zakat tercatat terus mengalami pertumbuhan positif, di sisi lain hal ini belum diikuti dengan penyalurannya. Rata-rata penyaluran zakat nasional adalah sebesar 66,03 persen dari total zakat yang dihimpun. Masih di bawah target 80 persen yang dicanangkan pemerintah.

“Realisasi penghimpunan zakat nasional masih sangat jauh dari potensinya. Diperlukan kerja keras kita semua untuk meyakinkan para muzakki membayarkan zakatnya secara tertib dan rutin kepada organisasi pengelola zakat yang resmi, sehingga dapat diakumulasi dalam data penghimpunan zakat nasional," ungkap Bambang pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 dengan tema “Peran Strategis Filantropi Islam dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia Tahun 2024”, Selasa (5/3/2019) dikutip dari rilis resmi.

Bambang mencatat pada 2016, zakat yang berhasil disalurkan ke masyarakat adalah Rp2.931 miliar, sementara pada 2017 sebesar Rp4.860 miliar. Dari jumlah penyaluran zakat pada 2017, sebesar 78,1 persen telah disalurkan ke delapan golongan penerima zakat.

"Kita harapkan tahun ini tingkat penyaluran zakat dapat mencapai angka 80 persen,” sambung Bambang.

"Potensi zakat Indonesia mencapai Rp217 triliun, oleh karena itu, saya harap segenap organisasi pengelola zakat semakin kreatif mengajak para wajib zakat serta menyediakan platform pembayaran zakat yang mudah dan jelas," paparnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Bambang pun memaparkan sejumlah strategi yang dapat diambil dalam pengelolaan zakat.

Pertama, mendorong hadirnya regulasi untuk mendukung tata kelola zakat nasional. Kedua, pemanfaatan teknologi untuk mobilisasi zakat seperti penyediaan rekening zakat. Ketiga, mendorong pemanfaatan zakat yang mendukung pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.

Kehadiran database zakat nasional pun dinilai perlu menghimpun data wajib zakat dan pihak-pihak yang berhak menerimnya.

Terakhir, memanfaatkan zakat untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Zakat sebagai salah satu komponen penting dalam arsitektur keuangan syariah harus terintegrasi dengan pengembangan keuangan dan ekonomi syariah. Beberapa kebijakan yang perlu dikembangkan antara lain adalah penggunaan rekening syariah dalam penerimaan dan penyaluran zakat.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
zakat

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup