Bisnis Senior Living Prospektif di Indonesia

Tingginya populasi kaum lanjut usia membuat bisnis terkait fasilitas bagi lansia atau senior living, khususnya senior club di Indonesia ini sangat potensial.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 03 Maret 2019  |  19:53 WIB
Bisnis Senior Living Prospektif di Indonesia
Ilustrasi - Futuretimeline.net

Bisnis.com, JAKARTA--Tingginya populasi kaum lanjut usia membuat bisnis terkait fasilitas bagi lansia atau senior living, khususnya senior club di Indonesia ini sangat potensial.

Ketua Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) Marlin Marpaung mengatakan hingga tahun 2025 diperkirakan portofolio seniors living dapat mencapai Rp23  triliun.

Di Asia, katanya, portofolio bisnis senior living Indonesia berada di peringkat 3, setelah China dan India, di mana populasi usia senior di Indonesia mencapai lebih 24 juta jiwa.

Marlin mengatakan bisnis senior living di Indonesia masih tergolong baru, karena itu wajar jika fasilitas seperti ini masih kurang.

"Fasilitas seniors club sangat ideal dikembangkan di perumahan-perumahan. Untuk konsep di pusat kota, seperti di perumahan CitraGarden City yang sudah ribuan rumah dibangun ini sangat tepat. Sebab tidak sedikit warga yang sudah berusia 60 tahun ke atas, sehingga kawasan ini membutuhkan fasilitas seniors club," jelas Marlin dalam rilisnya Minggu (3/3/3019)

Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik sebelumnya mengatakan bahwa di Indonesia masih jarang ada perumahan atau apartemen yang sudah ramah lansia. Berbeda dengan luar negeri, seperti Amerika Serikat, yang mana penyediaan fasilitas untuk lansia sudah merupakan hal yang lumrah, bahkan dari hunian yang murah hingga yang mahal.

"Itu [hunian ramah lansia] kembali lagi kepada budaya, kalau di luar negeri bukan lagi mengenai rumahnya, tetapi sudah ke aktivitas dan orang di luar sudah terbiasa tinggal keluar dari rumah mulai umur 21 tahun, begitu lulus kuliah, mereka memang diharapkan untuk keluar dari rumah," kata Maria kepada Bisnis.com.

Sebaliknya, jika di Indonesia, orang-orang kebanyakan masih tinggal bersama orang tua dan secara kultur, orang tua memang sebaiknya diurus oleh anak.

Sementara itu, orang tua di luar negeri, khususnya di negara Barat, tidak mau merepotkan anaknya, mereka tetap mau independen, tinggal bersama anak juga membuat mereka menjadi terbatas.

“Kemudian, belum tentu anak memiliki waktu terus-terusan untuk orang tuanya. Jadi, orang tua pasti berpikir, kenapa tidak menghabiskan waktu dengan orang yang sebaya dengan mereka," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Rumah Lansia

Editor : M. Rochmad Purboyo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top