Monetisasi Temuan Gas Sakakemang Bisa Lebih Cepat

Kementerian ESDM menyatakan monetisasi atas temuan gas di Blok Sakakemang dapat dilakukan dengan cepat karena sudah ada calon pembelinya potensial.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  14:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian ESDM menyatakan monetisasi atas temuan gas di Blok Sakakemang dapat dilakukan dengan cepat karena sudah ada calon pembelinya potensial.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan gas di Sakakemang ditargetkan sudah bisa diproduksi setidaknya dalam lima tahun ke depan. Adapun di sekitar Sakakemang sudah ada PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang bisa menerima aliran gasnya.

"Kalau untuk gas yang TGI itu ada, jadi bisa lebih cepat. Masuk pipa TGI itu kalau sudah terintegrasi semua," ujarnya, Rabu (27/2/2019) malam.

Selain bisa langsung diserap oleh TGI, gas dari Sakakemang sebenarnya juga bisa langsung diekspor ke Singapura. Namun, menurut Arcandra prioritas penggunaan gas tetap diutamakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurutnya, temuan gas di Sakakemang oleh Repsol cukup strategis. Pasalnya, lokasinya berdekatan dengan blok-blok lain yang telah dikembangkan, sehingga dimungkinkan ada integrasi penggunaan fasilitas produksi.

Dia menilai integrasi penggunaan fasilitas produksi antar perusahaan sudah biasa dilakukan dalam industri migas. Oleh karena itu, penggunaan fasilitas milik ConocoPhillips di blok Corridor yang berdekatan dengan Sakakemang sangat dimungkinkan.

"Jadi, kita harapkan akan ada early production karena sudah ada fasilitas terbangun di situ. Tinggal dia kerja sama aja dengan eksisting kontrakto," tuturnya.

Adapun potensi cadangan yang ditemukan Repsol di Sakakemang mencapai 2 TCF. Temuan tersebut diklaim sebagai satu dari lima temuan gas terbesar di dunia dalam dua tahun terakhir.

Nantinya, kepastian jumlah cadangan baru bisa ditentukan setelah Repsol melakukan pengeboran ketiga yang rencananya dilaksanakan tahun ini. Arcandra menjelaskan setelah pemboran ketiga itu akan diketahui jumlah cadangan pasti untuk selanjutnya dilakukan persiapan rencana pengembangan (Plan of Development/POD).

"Iya nanti kan harus mengajukan POD. Dari POD baru ketahuan. Kalau kita percepat semuanya insyaallah bisa cepat, kurang dari lima tahun. Ini termasuk sangat cepat karena Blok Masela saja 12 tahun," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blok migas, gas alam

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top