Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar, Pupuk Indonesia Gandeng Distributor & Pemilik Kios

PT Pupuk Indonesia [Pupuk Holding], distributor pupuk bersubsidi wilayah Jawa Barat, dan pemilik kios menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli guna memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  18:18 WIB
Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Lancar, Pupuk Indonesia Gandeng Distributor & Pemilik Kios
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Tbk Aas Asikin Idat (tengah), bersama Direktur M Djohan Safri (dari kiri), Direktur Indarto Pamoengkas, Direktur Achmad Tossin Sutawikara, dan Direktur Gusrizal, mengamati tumpukan karung pupuk, di Jakarta, Senin (12/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, PURWAKARTA – PT Pupuk Indonesia [Pupuk Holding], distributor pupuk bersubsidi wilayah Jawa Barat, dan pemilik kios menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli guna memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat.

Tandatangan kontrak itu melibatkan 24 distributor dan 476 kios yang berlokasi di Purwakarta, Subang, Karawang dan Bandung yang berada di bawah koordinasi anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), yaitu PT Pupuk Kujang dan Petrokimia Gresik. Adapun total jumlah distributor di wilayah Jawa Barat sebanyak 131 distributor dan 3.807 kios resmi pupuk bersubsidi.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, menyampaikan bahwa perseroan berusaha menjalankan tugas yang diberikan Pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan dalam Permentan No. 47/2018.

“Kami menjamin ketersediaan di daerah-daerah sesuai dengan alokasi dan prinsip 6 tepat, yaitu tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat jenis dan tepat jumlah”, tegas Aas pada Rabu (27/2/2019).

Oleh karena itu, Aas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Distributor dan Kios Resmi sebagai garda terdepan dalam penyaluran pupuk bersubsidi atas kerjasama yang telah terjalin selama ini.

“Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)” jelas Aas.

Menurutnya kontrak kerjasama penting agar pupuk bersubsidi tidak diselewengkan ke sektor lain dan diterima oleh mereka yang tidak berhak.
 
Tercatat, sepanjang tahun 2018 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi dengan total 9,34 juta ton hingga ke pelosok Nusantara. Sementara per 26 Februari 2019, stok pupuk bersubsidi Nasional tercatat sebanyak 1,26 juta ton atau tiga kali stok minimum yang telah ditentukan.
 
Pupuk Indonesia, kata Aas, menetapkan stok sebesar dua kali lipat dari ketentuan tersebut atau mencukupi kebutuhan pupuk sebulan ke depan, stok tersebut melebihi Permentan yang menetapkan kebutuhan pupuk harus terjaga untuk dua minggu ke depan.

"Upaya ini dilakukan agar kelangkaan pupuk tidak terjadi dan petani dapat dengan mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi," katanya.
 
Dengan jumlah stok tersebut, hingga 24 Februari 2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 1,3 juta ton dengan rincian sebanyak 641.694 ton pupuk Urea, 144.227 ton pupuk SP-36, 137.035 ton pupuk ZA, 355.315 ton pupum NPK, dan 85.159 ton pupuk Organik. Sementara penyaluran untuk wilayah Jawa Barat sebesar 211.788 ton dengan rincian sebanyak 101.006 ton Urea, 31.808 ton SP-36, 10.896 ton ZA, 60.121 ton NPK, dan 7.958 ton Oragnik.
 
Pupuk Holdinh pun melakukan upaya lain juga melalui optimalisasi distribusi yaitu dengan meningkatkan sistem monitoring distribusi, menambah jumlah tenaga pemasaran di daerah dan juga memperkuat armada transportasi darat dan laut.

“Kami berharap kerjasama yang terjalin dapat terus ditingkatkan lagi dan kami akan selalu berupaya meningkatkan pelayanan kami terutama bagi para petani dalam rangka menjaga ketahanan Pangan Nasional” kata Aas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pupuk, Pupuk Indonesia

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top