KEBAKARAN KAPAL IKAN : Bongkar Muat Ikan di Nizam Zachman Tak Terganggu

Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menjamin kegiatan usaha, utamanya kegiatan bongkar muat ikan, di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) di Muara Baru, Jakarta tetap akan bisa berjalan pasca insiden kebakaran yang melahap 34 unit kapal yang tengah bersandar di pelabuhan pada Sabtu (23/2/2018) lalu.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  13:37 WIB
KEBAKARAN KAPAL IKAN : Bongkar Muat Ikan di Nizam Zachman Tak Terganggu
Sebanyak 18 kapal penangkap ikan terbakar di Muara Baru, Jakarta Utara. Kebakaran terjadi mulai pk. 15.45 dan hingga malam harinya api belum dapat dipadamkan. - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menjamin kegiatan usaha, utamanya kegiatan bongkar muat ikan, di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) di Muara Baru, Jakarta tetap akan bisa berjalan pasca insiden kebakaran yang melahap 34 unit kapal yang tengah bersandar di pelabuhan pada Sabtu (23/2/2018) lalu.

Untuk menjamin hal tersebut, sejumlah kapal dengan kondisi tidak akatif yang ada di PPSNZ seperti yang sedang dalam posisi perbaikan atau menunggu proses perizinan dipindahkan dari pelabuhan.

"Begitu ada kejadian tersebut, selain prioritaskan keselamatan, kami juga fokus ke upaya-upaya agar kegiatan usaha di kawasan PPSNZ tidak terganggu total," kata Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa (26/2/2019).

Menurut Risyanto kapal-kapal yang masuk kategori tersebut saat ini diminta untuk tambat di luar kolam labuh PPSNZ. Adapun, kapal-kapal yang hendak melakukan kegiatan bongkar bisa langsung memulai aktifitas. “Termasuk yang mau isi perbekalan dan terjadwal mau berangkat lagi," jelasnya.

Mengutip keterangan tertulis dari Perum Perindo, aktifitas bongkar muat di PPSNZ sudah mulai berjalan normal. Pada Senin (25/2/2019) sedikitnya ada 10 kapal yag mulai melakukan kegiatan antara lain KM Maulana, KM Samudera Permai, KM Hasil Laut, KM Naily dan KM Sumber Sejati.

Risyanto menambahkan, dari kejadian kebakaran itu, Perum Perindo selaku operator PPSNZ akan melakukan pembenahan atas SOP layanan jasa pelabuhan. Sejumlah hal yang akan dibenahi antara lain pembatasan untuk aktifitas yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan dan keselamatan seperti proses pengelasan sebagai bagian dari perbaikan kapal.

Seperti diketahui, kebakaran yang terjadi pada sabtu lalu diduga terjadi lantaran adanya percikan api dari kegiatan pengelasan yang dilakukan di salah satu kapal yang tengah bersandar di pelabuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, perikanan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup