Ekonomi Tersendat, India Dorong Properti

Menjelang pelaksanaan pemilihan umum yang akan digelar Mei 2019, pemerintah India menurunkan pajak untuk bangunan residensial dan rumah murah yang belum rampung dibangun untuk mendorong sektor real estat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  16:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang pelaksanaan pemilihan umum yang akan digelar Mei 2019, pemerintah India menurunkan pajak untuk bangunan residensial dan rumah murah yang belum rampung dibangun untuk mendorong sektor real estat.

Kementerian Keuangan India memutuskan untuk menurunkan pajak bangunan yang masih dalam proses konstruksi menjadi 5% dan rumah murah menjadi 1%, di luar pajak kredit. Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengatakan bahwa aturan baru tersebut akan mulai berlaku pada 1 April 2019.

“Kami ingin mendorong sektor real estat dan memberikan keringanan pada pembeli kelas menengah dan kelas menengah ke bawah,” ungkapnya, dikutip dari Bloomberg, Selasa (26/2).

Adapun, Jaitley menambahkan, pengurangan pajak itu dilakukan untuk mempertahankan netralitas pendapatan.

Pemotongan pajak tersebut tercatat menjadi yang kedelapan kalinya sejak pertama kali pajak barang dan jasa diperkenalkan pada 2017 dan bertujuan membantu mendorong pembelian rumah dan membuat perekonomian India kembali semangat menuju pemilihan umum pada Mei.

Data terkini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Inda kemungkinan terancam, melihat pertumbuhan PDB India pada kuartal III/2018 melambat hingga 7,1% dari 8,2% pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, Perdana Menteri India Narendra Modi juga telah mengajukan stimulus untuk konsumen senilai US$13 miliar pada anggaran pemerintahnya bulan ini. Dengan ajuan tersebut, pemerintah India memberikan dukungan dengan memangkas suku bunga untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga rumah

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top