Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ramai-Ramai Pergi ke Luar Negeri Usai Pilpres

Asosiasi Travel Agent Indonesia memperkirakan akan ada lebih dari 10,72 juta wisatawan Indonesia berpelesir ke luar negeri sepanjang 2019.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  09:55 WIB
Pulau Jeju di Korea Selatan - Istimewa
Pulau Jeju di Korea Selatan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Travel Agent Indonesia memperkirakan akan ada lebih dari 10,72 juta wisatawan Indonesia berpelesir ke luar negeri sepanjang 2019.

Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Rudiana Jones mengatakan proyeksi tersebut berdasarkan adanya tren masyarakat Indonesia yang keluar negeri. 

Secara umum, jika tidak terjadi perubahan atau gejolak yang besar dalam perekonomian Indonesia, diproyeksikan pasar outbound atau perjalanan ke luar negeri dari Tanah Air meningkat sebesar 10%. 

"Hal ini terlihat dari pencapaiannya pada 2018. Kalau dilihat dari tren yang terjadi pada 2 bulan terakhir ini dengan adanya travel fair yang sudah berjalan memang ada peningkatan 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/2). 

Dia memproyeksikan jumlah wisnas yang outbound akan merangkak naik seusai perhelatan Pemilu Presiden dan Legislatif pada April mendatang. 

"Ada yang menahan untuk pergi ke luar negeri dahulu. Usai pilpres baru naik, diperkirakan pertumbuhannya sebesar 10%," katanya. 

Sepanjang 2018, terdapat 9,75 juta wisatawan nasional yang pelesiran ke negara lain. Jika tumbuh 10%, penduduk Indonesia yang berwisata ke luar negeri tahun ini bakal melebihi 10,72 juta orang.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah wisatawan nasional yang outbound tersebut meningkat sebesar 7,48% dari tahun 2017 yang mencapai 9,07 juta kunjungan. Kunjungan wisnas pada 2017 itu meningkat sebesar 6,67% dari tahun 2016 yang mencapai 8,5 juta kunjungan.

Di sisi lain, pengeluaran turis asal Indonesia di luar negeri hanya mencapai US$8,77 miliar, naik 5,8% dari tahun 2017 yang mencapai US$8,28 miliar. Adapun kenaikan spending wisnas ini lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 9,5% dari tahun 2016. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisatawan
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top