Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata ke Luar Negeri Makin Marak karena Tiket Lebih Murah

Banyaknya penduduk Indonesia ke luar negeri dikarenakan harga tiket maskapai low cost carrier (LCC) dalam 3 tahun terakhir lebih terjangkau dibandingkan dengan harga tiket pesawat dalam negeri.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  17:56 WIB
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons
Patung Merlion di Marina Bay, Singapura - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah penduduk Indonesia yang jalan-jalan ke luar negeri terus bertambah. Namun, ternyata pertumbuhan uang yang dihabiskan turis Indonesia di negeri asing justru melambat.

Sepanjang 2018, terdapat 9,75 juta wisatawan nasional yang pelesiran ke negara lain. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah wisatawan nasional yang outbound tersebut meningkat sebesar 7,48% dari tahun 2017 yang mencapai 9,07 juta kunjungan. Kunjungan wisnas pada 2017 itu meningkat sebesar 6,67% dari tahun 2016 yang mencapai 8,5 juta kunjungan.

Di sisi lain, pengeluaran turis asal Indonesia di luar negeri hanya mencapai US$8,77 miliar, naik 5,8% dari tahun 2017 yang mencapai US$8,28 miliar. Adapun kenaikan spending wisnas ini lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 9,5% dari tahun 2016. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, banyaknya penduduk Indonesia ke luar negeri dikarenakan harga tiket maskapai low cost carrier (LCC) dalam 3 tahun terakhir lebih terjangkau dibandingkan dengan harga tiket pesawat dalam negeri. 

"Memang harga tiket ke luar negeri dalam 3 tahun terakhir yang lebih murah ini membuat masyarakat kelas menengah di sini lebih memilih ke luar negeri ketimbang berwisata di sini," ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/2/2019). 

Keterjangkauan tiket ke luar negeri itu membuat kelas menengah mencoba mengalihkan perjalanannya dari dalam negeri untuk traveling ke luar negeri. 

Namun untuk pengeluaran wisnas memang terdapat hambatan karena dari belanja barang id luar negeri harus menggunakan kurs asing. Depresiasi nilai mata uang rupiah berdampak pada turis yang menahan atau mengurangi belanja saat berpelesir di luar negeri. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiket pesawat
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top