Tol Tangerang - Merak Tambah Lajur dan Simpang Susun, MMS Siapkan Rp2 Triliun

Untuk menggenjot lalu lintas harian, lajur dan simpang susun tol Tangerang - Merak akan ditambah.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  13:52 WIB
Tol Tangerang - Merak Tambah Lajur dan Simpang Susun, MMS Siapkan Rp2 Triliun
Antrian di gerbang Tol Tangerang-Merak. Tambah Lajur dan Simpang Susun, MMS Siapkan Rp2 Triliun - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Marga Mandalasakti, operator jalan tol Tangerang - Merak bakal menambah lajur dan tiga simpang susun (interchange) guna menggenjot lalu lintas harian. Perseroan mengalokasikan belanja modal Rp2 triliun untuk rencana bisnis ini.

Presiden Direktur Marga Mandalasakti (MMS) Krist Ade Sudiyono mengatakan sampai akhir 2018 perseroan telah menambah lajur Ke-4 dari gerbang tol Bitung hingga Balaraja Barat.

MMS juga sedang menambah lajur ketiga dari Balaraja Barat hingga Cikande sejauh 12,5 kilometer. Panjang jalan tol Tangerang - Merak mencapai 72,4 kilometer.

"Kami menambah lajur secara bertahap sampai Cilegon Timur. Kalau lahirnya banyak, aksesnya akan meningkat," ujar Krist di sela Tur Inspirasi Trans Jawa 2019, Minggu (24/2/2019).

Selain menambah lajur, MMS berupaya menambah akses dengan menyempurnakan  maupun membuat simpang susun baru.

Krist mengatakan pihaknya berkongsi dengan perusahaan properti dalam rencana ini. Adapun tiga simpang susun baru maupun yang akan disempurnakan yaitu SS Cikupa, SS Balaraja Timur, dan SS Cilegon Timur.

Di Cikupa, MMS menambah lajur dan melebarkan gerbang masuk menuju Jakarta dari arah Pasar Kemis dan Kedaton. Hal serupa juga dilakukan pada gerbang masuk menuju Merak dari arah Pasar Kemis dan Kedaton.

"Nanti malam jam 00.00, kita akan buka [simpang susun] Cikupa - Merak. Nantinya dari merak langsung bisa langsung ke Cikupa dan sebaliknya," ujar Krist.

Di Balaraja Timur, MMS menyempurnakan simpang susun (SS) dengan memudahkan akses dari dan ke Merak, begitu juga sebaliknya dari dan ke arah Jakarta. Sebelumnya, belum ada akses keluar dari Merak ke Balaraja Timur, juga belum ada akses dari Balaraja Timur ke Merak.

Sementara proyek akses simpang susun menuju kawasan industri di Cilegon Timur  sudah dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED).

Secara umum, MMS mencetak lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebanyak 176.000 kendaraan. Kendaraan golongan I masih mendominasi dengan pangsa 80%, disusul golongan II hingga V sebesar 20%.

Krist menyebutkan trafik kendaraan logistik naik 7,5%. Sejalan dengan pertumbuhan LHR, MMS memperkirakan pendapatan sepanjang 2019 bisa bertumbuh di kisaran 5%-10% menjadi Rp1,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol tangerang merak

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top