Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CEPA Indonesia-Korea Sempat Berhenti Setelah Berunding 7 Putaran

Pada 2014, terhentinya perundingan IK CEPA yang memasuki putaran ketujuh salah satunya disebabkan oleh pergantian kepala negara.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  09:37 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta personel boy band Korea Super Junior goyang dayung saat Presiden Jokowi berkunjung ke Seoul Korea Selatan, Senin (10/9/2018) - Twitter@WeLoveChoiSiwon
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta personel boy band Korea Super Junior goyang dayung saat Presiden Jokowi berkunjung ke Seoul Korea Selatan, Senin (10/9/2018) - Twitter@WeLoveChoiSiwon

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah diminta mewaspadai potensi terhambatnya kembali perundingan Indonesia—Korea Selatan CEPA (IK CEPA) akibat pergantian kepala negara.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Luar Negeri Kemendag Iman Pambagyo mengatakan, pada 2014, terhentinya perundingan IK CEPA yang memasuki putaran ketujuh salah satunya disebabkan oleh pergantian kepala negara.

Akibatnya, menurut dia, para negosiator Indonesia untuk IK CEPA tidak memperoleh kepastian kebijakan ketika berkonsultasi ke kementerian dan lembaga terkait. Di sisi lain, kelanjutan perundingan kedua negara juga terhambat oleh alotnya pembahasan mengenai perdagangan jasa.

“Waktu itu [2014] suasananya sudah campur aduk karena jelang pemilu dan presidennya sudah pasti berganti. Jadi kita putuskan berhenti dulu perundingannya supaya tidak menimbulkan ketidakpastian bagi Korsel,” ujarnya, Selasa (19/2/2019).

Kendati demikian, dia tidak melihat potensi tersebut kembali terjadi pada perundingan IK CEPA kali ini. Pasalnya, kedua negara telah menunjukkan komitmen untuk melanjutkan perundingan kendati terdapat potensi pergantian kepala negara di RI.

“Kita sudah komitmen untuk melakukan perundingan yang lebih simpel, lebih business friendly. Lagi pula kita sudah terbantu oleh pakta dagang Asean-Korsel FTA (AKFTA), jadi kita tinggal mendetilkan kerja sama yang tidak ada di AKFTA,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan korea selatan
Editor : Demis Rizky Gosta
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top