Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu Sri Mulyani Optimistis Indonesia Bisa Keluar dari Middle Income Trap

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati cukup optimistis, Indonesia masih memiliki peluang untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menegah.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  18:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), Co-Founder dan CPO Ruang Guru Iman Usman (kanan), dan ekonom Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menjadi pembicara seminar peringatan Hari Oeang ke-72 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), Co-Founder dan CPO Ruang Guru Iman Usman (kanan), dan ekonom Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menjadi pembicara seminar peringatan Hari Oeang ke-72 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati cukup optimistis, Indonesia masih memiliki peluang untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menegah.

Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut setidaknya ada tiga aspek yang menghambat suatu negara untuk keluar dari jebakan tersebut.
Pertama, infrastruktur yang masih tertinggal. Sri Mulyani menyebut infrastruktur merupakan salah satu aspek yang cukup penting untuk mendorong upaya perbaikan strate tersebut. 
"Jika Indonesia ingin naik kelas menjadi negara maju, kita harus menggalakkan pembangunan dan meningkatkan kualitas infrastruktur kita," kata Sri Mulyani dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Kamis (14/2/2019).
Kedua, sumber daya manusia yang kurang produktif. Dalam hal ini, dia menyebut pemerintah harus memastikan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan SDM mampu menghasilkan SDM yang berguna atau produktif.
Ketiga atau yang terakhir, pemerintah harus memiliki pemerintahan  eksekutif, yudikatif, dan legislatif berjalan dengan efektif dengan birokrasi yang bersih dan profesional.
"Republik ini tidak akan bisa maju terus kalau institusi-institusi penting tidak menjadi kompeten dan profesional," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

middle income trap
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top