Efek Shutdown, Optimisme Bisnis Kecil di AS Merosot ke Level Terendah

Sentimen di antara perusahaan-perusahaan kecil di Amerika Serikat (AS) merosot ke level terendah sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Negeri Paman Sam.
Renat Sofie Andriani | 12 Februari 2019 08:52 WIB
Ilustrasi - Reuters/Joshua Roberts

Bisnis.com, JAKARTA – Sentimen di antara perusahaan-perusahaan kecil di Amerika Serikat (AS) merosot ke level terendah sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Negeri Paman Sam.

Indeks optimisme oleh asosiasi bisnis National Federation of Independent Business (NFIB) turun 3,2 poin menjadi 101,2 pada Januari, level terendah sejak November 2016, menurut sebuah laporan yang dilansir Bloomberg, Senin (12/2/2019).

Adapun catuan bersih perusahaan yang memperkirakan kondisi bisnis akan membaik dalam enam bulan turun menjadi 6%, terendah sejak Oktober 2016 serta jauh lebih rendah dari puncaknya yang disentuh pascapilpres yakni 50%.

Survei tersebut menunjukkan bahwa kebuntuan politik di dalam pemerintahan AS mengenai permintaan Trump untuk pendanaan tembok perbatasan AS-Meksiko telah membebani para pemilik bisnis.

Penutupan sebagian layanan pemerintahan federal (partial government shutdown) di AS selama 35 hari, yang berakhir 25 Januari lalu, menghentikan aliran aplikasi pinjaman serta penutupan layanan Small Business Administration (SBA), badan pemerintah yang menyediakan bantuan untuk untuk perusahaan-perusahaan berskala kecil.

Banyak kontraktor telah terpukul oleh dampak shutdown, bersama dengan bisnis kecil lainnya yang bergantung pada pekerja federal, seperti restoran-restoran yang berlokasi di dekat perkantoran.

Selain itu, NFIB menyatakan ketidakpastian politik telah membebani bisnis, dengan Indeks Ketidakpastian melonjak 7 poin menjadi 86, level tertinggi sejak Maret 2017. Survei untuk Januari didasarkan pada 1.740 respons dari anggota NFIB, menurut kelompok itu.

Kendati demikian, tidak semua indikator ukuran optimisme menurun. Catuan responden yang merencanakan belanja modal dalam tiga hingga enam bulan ke depan naik.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan masih memperkirakan permintaan yang stabil, bahkan ketika proporsi yang menandakan periode tepat untuk melakukan ekspansi turun ke level terendah sejak 2017.

Sentimen bisnis juga tampak menurun selama masa shutdown sebelumnya yang panjang pada 2013 sebelum kemudian mampu pulih. Fakta ini menunjukkan indeks NFIB dapat rebound jika potensi shutdown berikutnya dapat dihindari dan ekonomi AS tetap sehat.

Tag : ekonomi as, shutdown
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top