Kemenpar Optimalkan Wisata MICE

Kementerian Pariwisata akan mengoptimalkan dan menumbuhkan wisata meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE) Indonesia yang potensinya sangat besar dan belum tergarap maksimal.
Yanita Petriella | 11 Februari 2019 23:54 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional IV PHRI, di Jakarta, Senin (11/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata akan mengoptimalkan dan menumbuhkan wisata meetings, incentives, conferencing, exhibitions (MICE) Indonesia yang potensinya sangat besar dan belum tergarap maksimal.

 Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pihaknya akan menerapkan konsep Indonesia Incorporated dalam menggarap potensi wisata MICE di Indonesia. Untuk itu, Arief Yahya berharap semangat Indonesia Incorporated dapat diimplementasikan untuk merebut pasar MICE.

"Indonesia sering kalah dalam bidding. Hal itu karena biddingnya sendiri-sendiri dan tidak terorganisasi. Kami dorong INACEB kalau mau maju harus menerapkan Indonesia Incorporated," ujar Arief Yahya di Rakernas PHRI 2019, Senin (11/2/2019). 

Kemenpar sendiri menganggarkan promosi khusus MICE senilai Rp10 miliar.  Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro juga mengatakan potensi wisata MICE Indonesia masih sangat besar.

“Persentase wisatawan mancanegara MICE baru 3% dari total jumlah wisman yang datang ke Indonesia. Padahal, pangsa pasarnya cukup besar, jadi 5 tahun ke depan harus digarap secara maksimal,” katanya. 

Potensi MICE Indonesia sangat besar, mengingat Indonesia memiliki atraksi yang lengkap, baik alam, budaya dan buatan.

“MICE ini perlu kita dorong sebagai Quick Win. Spending wisatawan MICE minimal 3 kali lipat dari wisman biasa. Kemudian orang-orang yang datang sebagai wisatawan MICE biasanya adalah 'influencer' sehingga bisa jadi promosi gratis bagi pariwisata Indonesia ke depan,” kata Bambang.

Pihaknya memproyeksi untuk lima tahun ke depan, MICE sangat potensial menjadi salah satu faktor penghasil nilai tambah terbesar bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Karena lima tahun ke depan target kita bukan hanya sekadar jumlah wisatawan. Tapi bagaimana pariwisata itu bisa lebih inklusif sehingga devisa yang dihasilkan lebih besar. Yang menikmati devisanya itu adalah masyarakat yang terkait pariwisata,” ujar Bambang.

Oleh karena itu, lanjutnya, untuk promosi MICE ke depan, Indonesia harus punya strategi semisal MICE jenis apa yang ingin didatangkan ke Indonesia. Paling tidak dalam waktu lima tahun sudah terukur baik dari sisi bidding hingga persiapan yang bisa dilakukan lebih awal.

Saat ini, industri MICE terkesan jalan sendiri-sendiri. Dia mencontohkan seperti penyelengaraan IMF World Bank.  Event MICE internasional ada karena ide dari Kemenkeu dan BI. 

 "Seharusnya level MICE seperti IMF, sudah harus masuk strategi nasional. Strategi itu yang harusnya kita terapkan di lima tahun ke depan," ujar Bambang.

 Selain itu untuk mendukung MICE, Indonesia memerlukan venue lebih banyak.

 "Oleh karena itu pengembangan 10 Bali Baru yang sudah digagas Kemenpar harus didukung semua pihak. Paling tidak sebagian destinasi itu sudah punya fasilitas MICE bertaraf internasional," tutur Bambang.

 

 

Tag : pariwisata, bappenas, kemenparekraf
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top