PAMERAN CONSUMER GOODS: Pesona Produk RI di Ambiente 2019

Pekan ini, semua mata para ‘pemburu’ consumer goods bakal tertuju ke pameran Ambiente 2019 di Frankfurt, Jerman.
Maria Yuliana Benyamin
Maria Yuliana Benyamin - Bisnis.com 07 Februari 2019  |  16:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pekan ini, semua mata para ‘pemburu’ consumer goods bakal tertuju ke pameran Ambiente 2019 di Frankfurt, Jerman.

Selama 4 hari, mulai Jumat (8/2/2019) hingga Selasa (12/2/2019), akan berlangsung pameran dagang barang-barang konsumen skala internasional, yang bakal memikat tidak hanya mata para pengunjung, tetapi juga para pembeli (buyer) dari berbagai belahan dunia.

Semua menantikan tren dan inovasi terbaru dari consumer goods yang bakal dipamerkan dalam ajang itu.

Secara umum, ada tiga segmen yang bakal dipamerkan  dalam Ambiente 2019, yakni livinggiving, dan dining.

Segmen living menyajikan berbagai kebutuhan interior, seperti furnitur, aksesori ruangan, dan dekorasi. Segmen giving menawarkan barang-barang hadiah dan suvenir. Segmen dining menyajikan berbagai produk perlengkapan dapur dan peralatan rumah tangga, hingga furnitur yang terkait.

Setiap tahun, ajang tersebut mampu memikat ratusan ribu pasang mata. Sebagai gambaran, pada 2018, ada 133.582 pengunjung dari 167 negara yang datang ke tempat ini. Dari jumlah itu, 59%-nya berasal dari luar Jerman sedangkan sisanya berasal dari Jerman.

Sekitar 59% pengunjung dari luar Jerman yang menyambangi tempat tersebut, sebagian besar berasal dari Uni Eropa (48%), Asia (27%), Eropa 12%), Amerika (9%), dan lainnya (4%).

Dari sisi sektor ekonomi, sekitar 46% pengunjung pameran datang dari kalangan sektor ritel (46%), sedangkan lainnya berasal dari antara lain sektor jasa dan industri manufaktur.

Pameran ini memang merupakan medan bisnis bagi para penjual dan pembeli internasional, dan selalu menjadi magnet yang mampu memikat para pengunjung dari berbagai negara.

Oleh karena itu, sebagaimana diakui oleh Senior Vice President Messe Frankfurt Stephan Kurzawski, menjadi tak heran jika para pengunjung selalu tumpah ruah di area pameran yang setara dengan luas 50 kali lapangan sepak bola itu.

Selain mencari tahu perkembangan pasar terkini, tidak sedikit pengunjung yang akhirnya berhasil membuat kontrak bisnis dengan para empunya produk atau para peserta pameran yang pada tahun lalu tercatat sebanyak lebih dari 4.000 peserta.

PESERTA INDONESIA

Lalu, bagaimana dengan partisipasi Indonesia dalam ajang pameran internasional ini? Tahun ini, tercatat ada 67 peserta pameran yang terbagi dalam tiga kategori, yakni peserta mandiri, peserta dari hasil kompetisi desain, serta peserta yang diboyong Kementerian Perindustrian.    

Untuk peserta mandiri, sejumlah nama perusahaan besar ikut berpartisipasi dalam ajang ini, antara lain PT Kedawung Setia Industrial Tbk., PT Maspion Group, dan PT Indo Porcelain.

Yang menarik, ada tiga peserta yang memenangi kompetisi desain di Tanah Air, yakni Denny R. Priyatna, Studio Dapur, dan PT Bana Andaru Nusantara. Desain yang ditampilkan masing-masing peserta itu telah melewati proses kurasi, dan dinilai potensial, sehingga ikut berlaga dalam pameran tersebut.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, partisipasi Indonesia dalam pameran itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para buyer. Apalagi, produk-produk yang disajikan Indonesia memiliki kesan kuat terutama dari sisi desain dan material.

Kementerian Perindustrian mencatat seluruh peserta yang terlibat dalam pameran tahun lalu berhasil membukukan nilai transaksi sebesar US$705.262.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan dengan total transaksi yang berhasil dicatat pada saat gelaran Ambiente 2017.

Pada 2018, total transaksi tercatat sebesar US439.613 atau melonjak 60,42%.

Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, sebelumnya mengungkapkan bahwa pameran tersebut akan turut mendongkrak ekspor produk kerajinan pada tahun ini.

Pasalnya, minat pembeli dari berbagai belahan dunia terhadap produk-produk Indonesia yang ditampilkan dalam pameran itu cukup tinggi.

Melihat antusiasme pengunjung dan buyer, Kementerian Perindustrian optimistis nilai ekspor kerajinan pada tahun ini meningkat 10%, dari angka yang dibukukan pada tahun lalu sebesar US$251 juta.

Gambaran angka ekspor itu bisa terlihat dari hasil kontrak bisnis yang akan dibukukan para peserta asal Indonesia pada akhir pameran. Semoga saja produk Indonesia berhasil memikat ratusan ribu pasang mata yang berkunjung di pameran yang berlokasi di Frankfurt Fair & Exhibition Center itu.

Bagaimana produk Indonesia bisa memikat para buyer? Kita lihat saja nanti…. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pameran

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top