PDB Indonesia Kuartal IV/2018 Tumbuh 5,18%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan pada kuartal IV/2018 yang sebesar 5,18% didorong oleh konsumsi rumah tangga. Namun, angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal IV/2017 yang mencapai 5,19%.
Hadijah Alaydrus | 06 Februari 2019 12:21 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,18% pada kuartal IV/2018, lebih tinggi dibandingkan kuartal III/2018 yang sebesar 5,17%.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan pada kuartal IV/2018 didorong oleh konsumsi rumah tangga. Namun, angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan kuartal IV/2017 yang mencapai 5,19%. 
 
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh jasa lainnya 9,08% secara year-on-year (yoy), disusul oleh jasa perusahaan sebesar 8,94% yoy, dan pengelolaan air 7,92%. Sayangnya, sumbangannya kepada perekonomian masih kecil. 
 
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan dari sisi produksi, semua sektor lapangan usaha menunjukkan pertumbuhan. Namun, dia berharap pertumbuhan sektor industri dapat tumbuh lebih tinggi, mengingat andil terhadap PDB cukup besar yaitu 19,82%. 
 
"Secara keseluruhan, struktur PDB dari lapangan usaha tetap sama, tidak berubah," ungkapnya dalam konferensi pers di Gedung BPS, Rabu (6/2/2019).
 
Berdasarkan subsektor industri, industri tekstil, pakaian jadi, logam dasar dan kulit mengalami peningkatan. Hanya industri makanan yang tercatat tumbuh melambat dibandingkan periode sebelumnya, dipicu oleh perlambatan dari produksi CPO. 
 
Sektor pertanian tumbuh positif sebesar 3,87% secara yoy pada kuartal IV/2018. Hal ini dipicu oleh peningkatan produksi perikanan lengkap dan pengembangan teknologi budidaya. 
 
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 10,79% secara yoy dan impor sebesar 7,10% yoy.
 
Suhariyanto menjelaskan konsumsi LNPRT tumbuh cukup bagus dibandingkan angka kuartal IV/2017. Hal disebabkan oleh persiapan dari Pilkada dan Pilpres tahun ini. 
 
"Bisa dipastikan selama kuartal I/2019 masih akan bergerak karena pemilihan akan dilakukan pada 17 April 2019, yang masuk pada kuartal II/2019," tutur Suhariyanto. 
 
Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,01% yoy dan ekspor sebesar 4,33% yoy. 
 
Jika diperinci, seluruh komponen konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan, kecuali makanan minuman selain restoran dan kesehatan yang mengalami perlambatan. 
 
Menurut BPS, banyak fenomena yang mendorong konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2018. Salah satunya, penjualan wholesale sepeda motor dan mobil yang masing-masing tumbuh 7,44% dan 5,42% yoy, setelah terkontraksi pada kuartal yang sama tahun lalu sebesar 2,15% dan 5,76%.
 
Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit juga tumbuh 13,77% yoy, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,06% yoy. 
 
Selain itu, belanja token listrik juga tumbuh 6,09%, diikuti oleh belanja bantuan sosial (bansos) sebesar 23,24% pada kuartal IV/2018. Konsumsi yang cukup baik ini juga disumbang oleh inflasi yang tetap rendah dan terkendali. 
 

Tag : Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top