Pertamina Salurkan 25.657 KL BBM Ke Maluku-Papua Sepanjang 2017-2019

Pertamina (Persero) telah menyalurkan BBM 25.657 Kilo Liter (KL), meliputi Premium 18.014 KL dan Solar 7.643 KL kepada seluruh Lembaga Penyalur yang telah berhasil didirikan Pertamina pada periode 2017 – 2019 di wilayah Pertamina MOR VIII Maluku - Papua.
Hadijah Alaydrus | 02 Februari 2019 17:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -PT Pertamina (Persero) telah menyalurkan BBM 25.657 Kilo Liter (KL), meliputi Premium 18.014 KL dan Solar 7.643 KL kepada seluruh Lembaga Penyalur yang telah berhasil didirikan Pertamina pada periode 2017 – 2019 di wilayah Pertamina MOR VIII Maluku - Papua.

Hingga saat ini, Pertamina terus menjamin pasokan BBM di seluruh Lembaga Penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 125 wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). 

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR VIII Brasto Galih Nugroho menyatakan, Pertamina terus menyalurkan BBM ke wilayah 3T, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, melalui berbagai moda transportasi darat, sungai maupun laut. 

Bahkan khusus wilayah yang sulit dijangkau, Pertamina menyiapkan pesawat khusus pengangkut BBM jenis ATR berkapasitas 4.000 liter.

BBM Satu Harga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah 3T. 

Sesuai amanat UU, terutama UU Migas No. 22 Tahun 2001 dan UU Energi No. 30 Tahun 2007, Pertamina mendapat tugas membuka aksesibiltas dan ketersediaan serta menyediakan energi yang berkelanjutan.

Program BBM Satu Harga, kata Brasto, akan terus dilanjutkan pada wilayah-wilayah 3T, sehingga pada akhirnya semua wilayah 3T mendapat akses dan kemudahan energi yang terjangkau. 

Pada tahun 2019, secara nasional Pertamina menargetkan akan mendirikan Lembaga Penyalur di 29 wilayah 3T yang selama ini sulit dijangkau karena infrastruktur yang terbatas. Khusus di wilayah Maluku Papua dibangun 4 titik BBM Satu Harga, melengkapi 36 titik yang telah beroperasi.

Kehadiran BBM Satu Harga di wilayah Maluku Papua banyak dinikmati para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah 3T untuk mengembangkan usahanya. 

Berbagai usaha antara lain transportasi, perdagangan, home industry, perikanan, dan pertanian terus menggeliat sejalan dengan kemudahan dan ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

“BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp 10.000,00 hingga Rp 50.000,00 per liter kini jauh menurun menjadi Rp6.450 [premium] dan Rp5.150 [solar] di SPBU atau lembaga penyalur BBM resmi Pertamina,” imbuh Brasto.

Menurutnya, BBM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang terutama kebutuhan pokok juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin pesat.

“Kehadiran BBM Satu Harga menjadi energi yang menggulirkan pertumbuhan ekonomi di wilayah 3T. Sesuai dengan tagline BUMN Hadir Untuk Negeri, Pertamina akan terus mendistribusikan energi ke seluruh pelosok negeri, tanpa henti,” kata Brasto.

Tag : pertamina
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top