Bisnis Pengendalian Hama Modern Lebih Berprospek

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bekerjasama dengan Media Artha Sentosa, PT (MAS) menggelar pertemuan Outlook Bisnis Pest Control Indonesia Tahun 2019.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  11:38 WIB
Bisnis Pengendalian Hama Modern Lebih Berprospek
Petani merawat tanaman vanili di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bekerjasama dengan Media Artha Sentosa, PT (MAS) menggelar pertemuan Outlook Bisnis Pest Control Indonesia Tahun 2019.

Pertemuan ini dilakukan untuk membahas prediksi perkembangan sektor pengendalian hama permukiman di dalam negeri di tahun 2019 menyusul digalakkannya tren industri 4.0 di semua sektor usaha, tanpa terkecuali dalam industri jasa pengendalian hama.

Acara pertemuan ini dihadiri oleh 80 peserta, terdiri dari asosiasi terkait, pemimpin industri terkait, perwakilan dari perusahaan multinasional, media dan akademisi.

Topik yang paling hangat dibahas terutama soal peluang-peluang bisnis pest control di tahun 2019, tren pasar pest control tahun 2019, dan kesiapan pelaku usaha dan dukungan stakeholder terkait dalam menghadapi tren industri 4.0.

“Pasar pest control di Indonesia masih cukup baik. Sebagai industri, pengendalian hama permukiman memiliki potensi pasar yang cukup besar. Pasar pest control di Indonesia terus tumbuh dari tahun ke tahun, mengikuti perkembangan industri yang menggunakan jasa pest control seperti industri perhotelan, rumah sakit, restaurant, makanan dan minuman, gedung perkantoran dan lainnya. Tapi kami harus mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada dalam siklus bisnis, bukan hanya dilihat dari sisi industri secara konvensional dimana kami menyediakan jasa, tetapi juga harus diperhatikan kualitas SDM di tengah-tengah tren automisasi ”  ungkap Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi dalam siaran persnya, Kamis (31/01/2019).

Saat ini, kata dia, tren pasar industri pengendalian hama sudah mulai bergeser. Penerapan teknologi baru begitu gencar dan berlangsung cepat. Sistem operasional bisnis telah berubah, dari yang tadinya konvensional menjadi modern. Pihaknya berharap SDM industri pengendalian hama dapat melakukan penyesuaian, dengan cepat melakukan adaptasi dan memiliki kemampuan untuk penerapan teknologi baru.

Berbicara mengenai data para konsumen di tahun 2018, bisnis pest control di Indonesia masih di dominasi oleh transaksi Business to Business (B2B) seperti industri besar dan sedang, konstruksi, tanaman pangan pasca panen, pariwisata, hotel, restaurant, mal, rumah sakit, gedung perkantoran, pertambangan dll. Sementara transaksi dari Business to Government (B2G) dan Business to Custumer (B2C) masih sangat minim.

Dalam pertemuan ini, pihaknya menyatakan tengah mempersiapkan Pest Academy 2019, yakni konferensi dan pameran internasional industri pengendalian hama yang akan digelar 20-22 Agustus 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, yang merupakan keberlanjutan Pest Academy yang sukses digelar tahun 2017 silam.

Menurut Boyke, semua pemangku kepentingan dalam industri pengendalian hama di Indonesia akan berkumpul dalam Pest Academy, seperti profesional pengendalian hama, pemasok bahan kimia dan peralatan, peneliti, akademisi, pejabat pemerintah dan delegasi lainnya untuk berbagi temuan penelitian terbaru, teknologi terbaru dan saling bertukar pengalaman.   

“Kita akan melibatkan juga para pembicara dan peserta pameran dari Amerika, Jepang, Jerman, Australia, China dan lainnya,” tambah dia.

Dewan Pakar DPP ASPPHAMI yang juga merupakan Komite Ahli Kementerian Kesehatan, Indrosancoyo Adi Wirawan menilai, perkembangan industri pengendalian hama di Indonesia saat ini sudah cukup baik, para pelaku usaha pengendalian hama di Indonesia sudah menjalankan konsep metode pengendalian hama terkini yang disebut dengan Integrated Pest Management (IPM).

“Sebagian besar pelaku industri pengendalian hama sudah menerapkan IPM yang mengedepankan pengendalian hama secara terpadu dengan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir,” ungkap dia.

Tak hanya itu, menurutnya sumber daya manusia yang terlibat dalam industri pengendalian hama di Indonesia sudah cukup kompeten dan menggunakan peralatan yang ramah lingkungan.

Pemerintah dan stakeholder terkait, kata dia, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pest Academy untuk pengendalian vektor penyakit di Indonesia melalui teknologi-teknologi mutakhir.

“Kita mendukung Pest Academy 2019. Ini merupakan wadah untuk memperluas pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam industri pengendalian hama yang lebih aman. Ini adalah kesempatan besar untuk saling berbagi inovasi teknologi diantara negara-negara serta para pelaku industri pengendalian hama,” tambah Indro.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hama

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top