Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Belum Lindungi Merek Lokal dari Asing

Hipmi menilai perlindungan dan dukungan pemerintah terhadap para pengusaha lokal pemilik merek di Indonesia masih sangat rendah.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 19 Januari 2019  |  01:41 WIB
Pemerintah Belum Lindungi Merek Lokal dari Asing
Ketua Kompartemen Ekonomi Kreatif BPP Hipmi Erwin Soerjadi (kiri) bersama mantan Ketua Umum Hipmi Sandiaga S. Uno, yang juga calon wakil presiden. - Facebook
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai perlindungan dan dukungan pemerintah terhadap para pengusaha lokal pemilik merek di Indonesia masih sangat rendah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Kompartemen Ekonomi Kreatif BPP Hipmi Erwin Soerjadi. Menurutnya, pemerintah masih belum memiliki perhatian khusus untuk melindungi para pengusaha pemilik merek.

"Pemerintah harus hadir untuk memberikan jaminan perlindungan bagi para pemilik merek lokal agar bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia," ujarnya pada Jumat (18/1/2019).

Dia mengatakan bahwa perlindungan pemerintah semakin diperlukan mengingat banyaknya ekspansi merek asing ke Indonesia dan berpotensi merugikan merek lokal.

Dengan kekuatan modalnya, kata Erwin, sering kali merek asing menggerus merek lokal. Menurut dia, di negara lain, merek lokal memiliki keistimewaan dibandingkan dengan merek asing. “Seharusnya pemerintah kita bisa bersikap seperti itu," ucapnya.

Erwin juga mengomentari banyaknya perselisihan hukum atas hak penggunaan merek di Indonesia. Dalam beberapa kasus, dia melihat sulitnya para pemilik merek lokal untuk menghadapi perselisihan, dan sengketa dengan merek asing.

"Kasus-kasus sengketa merek beberapa waktu ke belakang menunjukkan pemilik merek lokal di Indonesia belum terlindungi. Ini harus dijadikan evaluasi bersama oleh para stakeholders," ujarnya.

Seperti diketahui, merek lokal di Indonesia pun tak jarang harus berhadapan dengan merek asing terkait dengan penggunaan nama. Masih minimnya perlindungan terhadap merek lokal oleh pemerintah menjadi masalah tersendiri. Tercatat, terdapat ada lima kasus sengketa merek lokal dengan merek asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipmi merek
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top