Tsunami Selat Sunda: Kabupaten Serang Rugi Rp25,81 Miliar

Kerugian sektor pariwisata yang terdampak oleh Tsunami Selat Sunda yang berada di Kabupaten Serang diestimasikan mencapai Rp25,81 miliar. Pemerintah Provinsi Banten pun tengah menyiapkan sejumlah strategi pemulihan sektor pariwisata agar kembali normal seperti sedia kala.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 09 Januari 2019  |  17:29 WIB
Tsunami Selat Sunda: Kabupaten Serang Rugi Rp25,81 Miliar
Warga berada di depan bangunan yang terdampak bencana tsunami di Pantai Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Kerugian sektor pariwisata yang terdampak oleh Tsunami Selat Sunda yang berada di Kabupaten Serang diestimasikan mencapai Rp25,81 miliar. Pemerintah Provinsi Banten pun tengah menyiapkan sejumlah strategi pemulihan sektor pariwisata agar kembali normal seperti sedia kala.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati memaparkan, kerugian tersebut terdiri dari kerusakan bangunan hotel/villa maupun amenitas lainnya seperti sarana pantai terbuka yang mencapai Rp10,66 miliar, serta prediksi loss revenue akibat pembatalan reservasi pada libur Natal dan Tahun Baru yang mencapai Rp15,15 miliar.

“Setiap tahun, kunjungan wisatawan ke Pantai Carita dan Anyer cukup tinggi karena destinasi tersebut sudah menjadi ikon Provinsi Banten. Sebagai gambaran, jumlah wisatawan periode libur 24 Desember 2017-1 Januari 2018 mencapai 123.455 orang,” ujarnya, dalam Pra Rakor Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda, Rabu (9/1/2018).

Dalam paparannya, dia menjelaskan daerah pariwisata yang terdampak Tsunami Selat Sunda terutama berada di kawasan Pantai Anyer—Cinangka, Kabupaten Serang, Kawasan Pantai Carita, Labuan Panimbang termasuk KEK Tanjung Lesung, dan Sumur Kabupaten Pandeglang.

Dari sisi atraksi, pihaknya juga telah mendata terdapat 45 titik pantai dan villa yang mengalami kerusakan. Berbagai fasilitas seperti cottage, kolam renang , gazebo , warung, hingga musala dan toilet umum pun mengalami kerusakan.

Dari sisi aksesibilitas,akses jalan Tanjung Lesung—Sumur via Batu Hideung juga mengalami kerusakan di beberapa titik. Selain itu, terdapat dua jembatan yang rusak dan putus. Jalan Cibaliung—Sumur dan Jalan Sumur—Taman Jaya—Ujung Jaya juga mengalami kerusakan.

“Kondisi jalan itu sebagian memang sudah rusak sebelum tsunami. Untuk tahun ini pemda berjanji memperbaiki jalan tersebut melalui APBD,” ujarnya.

Untuk mempercepat masa pemuliha, dia menyatakan telah bersnergi dengan pelaku industri pariwisata, komunitas dan media untuk mengadakan kegiatan seperti paket hot deals, event komunitas dan tur jelajah Selat Sunda.

Dia menambahkan, strategi pemulihan lainnya akan dibahas pada Rakor Pemulihan Sektor Pariwisata yang akan diadakan pada 11 Januari mendatang di Anyer. Sementara masa normalisasi direncanakan berlangsung sejak 12 April hingga 31 Desember 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tsunami Selat Sunda

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top