CAD 2018 Diyakini Dapat Turun Jadi 2,5%, Ini Perinciannya

Bank Indonesia meyakini defisit transaksi berjalan dapat turun menjadi sekitar 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini dari kisaran di bawah 3% pada 2018
Hadijah Alaydrus | 07 Januari 2019 20:50 WIB
ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia meyakini defisit transaksi berjalan dapat turun menjadi sekitar 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini dari kisaran di bawah 3% pada 2018.

"Ke depan, current account deficit [CAD] akan menurun ke menjadi sekitar 2,5% PDB didukung oleh koordinasi, keseriusan, dan langkah konkret untuk mendorong ekspor dan menurunkan impor," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Gedung BI, Senin (7/1).

Adapun, kebijakan itu a.l. program B20, pariwisata, penundaan proyek infrastruktur, penggunaan produksi mintak mentah dalam negeri, dan peningkatan PPh 22 impor.

Menurut Perry, semua program ini berkontribusi sebesar 0,34% atau US$3,61 miliar terhadap penurunan defisit transaksi berjalan.

Pertama, program B20 berdampak terhadap ekspor dan impor sebesar US$1,53 miliar atay 0,145% terhadap defisit transaksi berjalan.

Kedua, pariwisata akan menyumbang US$1,05 miliar atau 0,10% terhadap defisit transaksi berjalan. Ketiga, penundaan proyek infrastruktur berkontribusi sebesar US$686,7 juta atau 0,07% terhadap defisit transaksi berjalan.

Keempat, penggunaan produksi minyak mentah dalam negeri sebesar US$191,4 juta atau 0,01% terhadap defisit transaksi berjalan. Kelima, BI memperkirakan penerapan PPh 22 impor akan menyumbang US$150 juta atau 0,01% terhadap defisit transaksi berjalan.

Lebih lanjut, BI meyakini defisit transaksi berjalan pada kuartal IV/2018 akan lebih baik dari perkiraan. Perry menuturkan defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2018 mencapai 3,37% terhadap PDB atau US$8,8 miliar.

Angka ini meningkat dibandingkan defisit transaksi berjalan kuartal II/2018 sebesar 3,02% terhadap PDB atau US$8 miliar.

Dari data BI, defisit ini didorong oleh nilai impor yang meningkat tajam sebesar US$48,1 miliar. Ekspor juga mengalami peningkatan hingga US$47,7 miliar. Namun, peningkatan tersebut tidak dapat melampaui lonjakan impor.

Tag : defisit transaksi berjalan
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top