190 Huntara di Sulteng Siap Ditempati

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan 190 dari total 699 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Mutiara Nabila | 03 Januari 2019 16:19 WIB
Sejumlah karyawan sedang membangun hunian sementara (Huntara) sebagai tempat penampungan sementara bagi korban gempa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan 190 dari total 699 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Huntara yang sudah selesai, secara bertahap mulai ditempati oleh masyarakat yang selama ini tinggal di shelter. Salah satunya huntara yang telah rampung terdapat di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi sebanyak 10 unit dengan jumlah 120 bilik.

Huntara lainnya di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga juga sudah rampung dan tengah dalam proses pemasangan meteran dan instalasi listrik oleh pihak PLN setempat.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola, pada saat meninjau lokasi pembangunan Huntara Gawalise, Rabu (2/1/2019) memberikan apresiasinya kepada Kementerian PUPR dan meminta kepada Kepala Kelurahan Duyu agar segera menetapkan keluarga yang berhak menempati huntara tersebut.

Di samping itu melalui Dinas Sosial Provinsi Sulteng juga sudah menyiapkan kelengkapan huntara seperti kompor gas, peralatan masak, tempat tidur dan kasur. 

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto yang juga hadir dalam kunjungan Gubernur, mengatakan bahwa semakin cepat masyarakat bisa menempati huntara semakin baik.

Penempatan huntara yang makin cepat dinilai bisa membuat evaluasi juga lebih cepat terhadap kekurangan yang ditemui serta dapat mengetahui jumlah pembangunan huntara yang sesuai kebutuhan.

“Huntara yang sudah dibangun dapat menjadi standar bagi pihak-pihak yang ingin membantu dalam penyediaan hunian di Palu, Sigi dan Donggala,” kata Arie, dikutip dalam laporan resmi Kamis (3/1/2019).

Arie menambahkan, tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan huntara antara lain ketersediaan material, jumlah tukang dan koordinasi penyediaan air bersih dan listrik.

Untuk pembangunan hunian tetap, Gubernur Sulteng telah menandatangani Surat Keputusan mengenai penetapan lokasinya yakni di Kota Palu seluas 360,93 hektar, meliputi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, seluas 79,3 hektare, dan Kelurahan Tondo serta Talise, Kecamatan Mantikulore seluas 481,63 hektare.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Sigi seluas 362 hektare yang terletak di Desa Pombewe 201,12 hektare dan Desa Oloboju seluas 160,88 hektar di Kecamatan Sigi Biromaru. Pembangunan hunian tetap akan menggunakan konstruksi tahan gempa.

Selain hunian, pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan puskesmas juga akan menggunakan konstruksi tahan gempa. Pembangunan RS Undata dan RS Anutapura di Kota Palu akan menjadi pilot project konstruksi bangunan tahan gempa.

Tag : Gempa Palu
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top